Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 28.7 ° C

Omid Nazari: Hentikan Kekerasan dan Nikmati Sepak Bola Bersama-sama

Abdul Muhaemin
DARI kiri ke kanan: Nick Kuipers, Kevin van Kippersluis, dan Omid Nazari.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
DARI kiri ke kanan: Nick Kuipers, Kevin van Kippersluis, dan Omid Nazari.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

PERTAMA kali berkiprah di sepak bola Indonesia, pemain asal Filipina Omid Nazari harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya Omid yang membela tim Persib Bandung dalam laga perdana di putaran kedua Liga 1 2019 kontra Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 14 September 2019 mengalami luka di dahi usai bus rombongan tim diserang oknum yang tidak dikenal saat perjalanan menuju hotel, seusai berlangsungnya laga.

Kejadian yang menggemparkan tersebut berlangsung pada malam hari di wilayah Sentul. Tidak hanya Omid yang menjadi korban dalam serangan brutal tersebut. Pemain Persib lain yaitu Febri Hariyadi mengalami luka yang cukup serius di kepala dan langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim dokter.

Pengalaman yang tidak mengenakkan dan tidak diharapkan oleh semua pihak ini bisa jadi  merupakan pengalaman terburuk bagi Omid sepanjang karier sepak bolanya. Omid yang baru didatangkan menjelang putaran kedua oleh Persib Bandung mengaku sangat kaget dengan kejadian yang menimpanya.

Dia juga mengatakan banyak sekali yang memberikan dukungan kepadanya usai insiden nahas tersebut. Omid menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada dia dan tim Persib seusai kejadian tersebut.

Selain mengucapkan rasa terima kasih, atas insiden yang menimpanya Omid mengaku sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Dia menegaskan tindakan anarkis di dalam dunia sepak bola tidak boleh dibiarkan dan harus diperangi bersama-sama. Kejadian seperti itu menurut dia tidak masuk dalam ranah sepak bola.

"Pertama saya ucapkan banyak terima kasih untuk pesan-pesan yang sangat menghargai saya. Apa yang terjadi sangat menyedihkan dan ini sama sekali tidak termasuk dalam sepak bola," ujar Omid di akun Instagram miliknya.

Omid juga menjelaskan bahwa sepak bola merupakan bahasa universal yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Sehingga dengan adanya kekerasan semua orang tidak bisa menikmati permainan dan mengalami ketakutan. Dia mengajak semua orang untuk bisa menikmati sepak bola dimanapun itu.

"Sepak bola adalah tentang membawa semua orang bersama-sama untuk bisa menikmati permainan. Saya harap kekerasan dapat berakhir dan kita bisa bersama-sama menikmati pertandingan," katanya.

Sementara itu mengenai perkembangan kondisinya, Omid mengatakan tidak ada masalah yang serius. Dia telah baik-baik saja dan merasa bersyukur tidak ada orang lain lagi yang terluka akibat insiden itu.

"Aku baik-baik saja, untungnya tidak ada orang lain yang terluka. Tolong hentikan kekerasan," tuturnya.***

 

Bagikan: