Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 31 ° C

Manajemen Persib Akan Layangkan Surat Protes kepada PT LIB

Muhammad Irfan
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts memperhatikan kaca bus yang hancur.*/PERSIB.CO.ID
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts memperhatikan kaca bus yang hancur.*/PERSIB.CO.ID

BANDUNG, (PR).- Manajemen Persib akan melayangkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator Shopee Liga 1 terkait pelemparan bus Persib yang terjadi pada Sabtu 14 September 2019.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono menegaskan hal itu saat dihubungi, Minggu 15 September 2019. Ia menilai kejadian tersebut sudah di luar batas wajar, dan mengancam keselamatan pemain.

Dampak pelemparan kepada bus Persib Febri Hariyadi dan Omid Nazari terluka. Akibatnya Omid harus mendapat jahitan di bagian kening dan terancam tidak bisa diturunkan saat Persib menjamu Semen Padang, pada pertandingan pekan ke-19 Shopee Liga 1 2019, tanggal 18 September mendatang.

“Bahwa ini kan rivalitas dan kemudian mencederai pemain, dan kita akan berkirim surat ke liga supaya ada tindakan untuk mengedukasi. Kemarin di timnas juga begitu, bahwa mentalitas suporter sudah enggak benar dan harus ada tindakan dari PSSI untuk mencegah ini terjadi lagi,”tutur Teddy.

Dia menambahkan, tindakan tersebut sebenarnya sudah menyangkut ranah pidana, dan pelaku harusnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang agar ada efek jera. Namun, untuk mencari pelaku pelemparan tersebut tidak mudah karena situasi saat itu tidak memungkinkan.

“Biar jera kalau pelaku ketahuan ya diproses hukum. Sekarang mentalitas suporter sudah berubah dan sudah bukan suporter tapi vandalism dan merusak. Harus ada tindakan tegas dari PSSI selain mengedukasi dan kemarin juga kan belum tentu suporter PS Tira dan saya rasa bukan,” katanya.

Teddy mengatakan, dirinya mengetahui kabar pelemparan bus tersebut dari ofisial yang ikut serta. “Saya enggak tahu, karena enggak nonton, tapi itu katanya di gerbang tol dan sudah keluar stadion. Kemarin saya dengar ada pengawalan ke hotel tapi namanya di jalan, ada pelemparan mau gimana,” ujarnya.

Sementara itu manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan, tindakan pelemparan tersebut tidak bermoral dan menganggu kondusivitas sepak bola di Indonesia yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyerukan perdamaian diantara para suporter.

“Kemarin sudah senang sekali dengan kapolres yang sudah mengawal sambil bawa motor sampai keluar. Itu kan sudah keliatan aman. Tidak diperkirakan juga akan kejadian itu. Mereka sudah membantu ya, meskipun sempat tidak kondusif tapi tetap kondusif akhirnya. Semua polisi turun semua. Terima kasih Pak Kapolres,” katanya.

Dia menuturkan, kejadian tersebut memang di luar dugaan dan kejadian ini harusnya bisa ditindaklanjuti oleh PT Liga Indonesia Baru dan PSSI agar kelak tidak terjadi kepada tim-tim lain, karena ini sudah menyangkut keselamatan dan keamanan pemain.

“Yang lain kena juga, kaya kena pecahan kaca. Tapi yang paling parah Omid ini sampai sembilan jahitan. Kita akan laporkan masalah ini ke liga, itu tidak begitu cekatan dari LO-nya. Dia yang bertanggung  jawab harusnya tim sampai ke tempat dalam keadaan utuh dan selamat,” ungkapnya.

Kejadian ini bukan pertama kali dialami oleh Persib, bahkan sebelumnya skuad Maung Bandung pernah mengalami kejadian yang lebih parah dimana bus yang ditumpangi dilempari batu dan bom molotov saat hendak berangkat menuju stadion Lebak Bulus ketika dijamu Persija Jakarta pada Liga Super 2013.

“Saya memohon pada semua bobotoh jangan saling balas membalas ya. Mudah-mudahan dari pihak manapun jadi malu bahwa Persib dan bobotohnya santun. Bukan lebih memaafkan, semua juga pasti sakit hati. Cuma jangan sampai ada balasan-balasan,” katanya.

Kendati musim ini Umuh mengakhiri pengabdiannya di Persib, ia berjanji akan tetap mengawal tim Maung Bandung tersebut. “Meski saya sudah selesai, saya harus kawal dan harus bawa Persib sampai akhir musim ini tidak terpuruk ya. Bangkit dari keterpurukan dari setengah musim kemarin,”tuturnya.***

Bagikan: