Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Hal Paling Menonjol dalam Penampilan Persib vs Tira Persikabo di Mata Anwar Sanusi

Arif Budi Kristanto
NICK Kuipers mencetak gol perdananya untuk Persib dalam laga tandang melawan Tira Persikabo dengan skor sama kuat 1-1 pada pertandingan yang dihelat di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 14 September 2019.*/PERSIB.CO.ID
NICK Kuipers mencetak gol perdananya untuk Persib dalam laga tandang melawan Tira Persikabo dengan skor sama kuat 1-1 pada pertandingan yang dihelat di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 14 September 2019.*/PERSIB.CO.ID

BANDUNG, (PR).- Persib Bandung terhindar dari kekalahan setelah mampu menahan imbang Tira Persikabo 1-1 pada lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu, 14 September 2019. Membaiknya sistem pertahanan menjadi salah satu kunci keberhasilan Maung Bandung membawa satu poin dari markas tim papan atas klasemen Liga 1 itu.

Pengamat sepak bola Anwar Sanusi menilai, Persib menunjukkan kemajuan pada aspek pertahanan pada laga tersebut. Kesolidan lini belakang dan tengah saat membangun sistem pertahanan, terutama ketika melakukan transisi dari menyerang ke bertahan, dinilai Anwar menjadi performa palling menonjol dari Maung Bandung.

"Kedua tim bermain dengan cara yang sama, mengandalkan kecepatan para pemainnya. Tapi sistem bertahan Persib kali ini lebih solid, lini per lini lebih terjaga. Dibandingkan putaran pertama yang kerap kocar-kacir menghadapi serangan balik cepat lawan, kali ini pertahanan Persib menunjukkan progres yang baik," ujar mantan kiper Persib era 1990-an itu saat dihubungi via telefon, Sabtu, 14 September 2019 malam. 

Dia menilai, kuartet empat bek Persib yang dipimpin duet bek tengah Achmad Jufriyanto dan Nick Kuipers tampil padu dengan duet gelanjang jangkar Dedi Kusnandar dan Omid Nazari saat melakukan transisi ke pertahanan. Serangan cepat Tira Persikabo yang berujung gol penalti Osas Saha dinilai Anwar lebih disebabkan olah keunggulan individu Ciro Alves saat melakukan determinasi ke kotak penalti Persib dan menyebabkan handball.

"Untuk formasi yang lebih defensif, penempatan Dedi dan Omid sudah sesuai karena keduanya disiplin menjaga area dan punya umpan akurat. Umpan Dedi juga yang akhirnya bisa mengubah hjasil akhir setelah dikonversi jadi gol oleh Kuipers. Mungkin untuk opsi menyerang yang nanti perlu variasi, dengan penempatan Abdul Aziz yang lebih bisa melakukan determinasi misalnya," kata kiper andalan Persib saat menjuarai edisi perdana Liga Indonesia itu.

Perbaiki cara menyerang

Kendati sudah menunjukkan progres dalam cara bertahan, Anwar menilai Persib masih harus berbenah memperbaiki cara menyerang. Menurut Anwar, Persib masih terlalu mengandalkan serangan sporadis melalui umpan-umpan panjang ke depan menuju satu atau dua orang. Gaya tersebut membuat penyerangan Persib mudah dipatahkan lawan, terutama saat penyerang terkuat Persib, Ezechiel N'Duassel tidak bermain.

"Transisi dari bertahan ke menyerang masih kurang. Persib belum memiliki pemain tipikal leader lini tengah yang mampu mengelola ritme dan mengatur serangan. Ketika dapat bola, sering langsung melepas direct ball. Di depan hanya menyisakan satu atau dua pemain, menghadapi lawan yang menyisakan empat pemain, ya susah untuk berduel. Kecuali pemain yang diam di depan seperti Ezechiel yang memang target man kuat, mungkin bisa beda cerita," kata  pelatih kiper Persib saat menjuarai Liga Super Indonesia 2014 itu. 

Dia menilai, perbaikan transisi dari bertahan ke menyerang inilah yang perlu dilakukan Pelatih Roberts Rene Alberts supaya Maung Bandung dapat tampil lebih kompetitif dan tak melulu mengandalkan situasi bola mati untuk menciptakan gol. Sistem pertahanan sudah membaik dan jika didukung juga oleh perbaikan penyerangan, Persib diyakini bakal segera merayap ke papan atas klasemen.

"Dari laga melawan Tira tadi, tampak sekali belum ada support yang memadai ketika melakukan serangan balik. Bola lebih banyak dilepas langsung ke depan, tidak diproses dari lini tengah. Untuk gaya dengan memakai penyerang bayangan seperti Persib, akan susah karena harus berduel dengan beberapa pemain bertahan lawan," kata Anwar.***

Bagikan: