Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Bus Persib Dilempari Batu di Bogor, Dua Pemain Luka

Abdul Muhaemin
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts memperhatikan kaca bus yang hancur.*/PERSIB.CO.ID
PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts memperhatikan kaca bus yang hancur.*/PERSIB.CO.ID

BOGOR, (PR).- Aksi teror yang dilakukan oknum suporter kepada Persib Bandung kembali terjadi. Kali ini, bus rombongan tim Persib yang baru keluar dari Stadion Pakansari, Bogor, dilempari batu oleh sekelompok oknum suporter tidak dikenal, Sabtu, 14 September 2019 malam, ketika menuju tol sentul . Itu terjadi seusai pertandingan kontra Tira Persikabo. 

Oknum suporter tersebut melempari bus Persib dengan batu-batu yang berukuran besar, sehingga membuat kaca depan bus Persib pecah. Tidak hanya itu, akibat teror ini dua pemain Persib yaitu Febri Hariyadi dan Omid Nazari juga mengalami luka yang cukup serius dan langsung mendapatkan penanganan khusus dari tim dokter.

Dokter tim Maung Bandung yaitu Raffi Ghani mengatakan, luka yang dialami Omid dan Febri terbilang cukup parah. Pasalnya, luka yang dialami cukup dalam dan langsung mendapatkan jahitan dari rumah sakti terdekat.

“Luka sobekan cukup dalam, ini harus segera dijahit,” tutur Raffi Ghani, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, 14 September 2019 malam.

Pada kejadian nahas ini, salah satu pemain Persib yaitu Erwin Ramdani telah melihat satu orang yang tengah menunggu di trotoar jalan. Setelah menunggu, orang tersebut melempari bus Persib dan langsung lari meninggalkan lokasi kejadian usai melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada bus yang membawa rombongan tim Persib itu.

"Ada orang pakai baju atau jaket abu-abu. Dia nunggu di trotoar sebelah kanan. Saya lihat pas dia lempar dan lari setelah melempar batunya," tutur Erwin.

Kejadian kedua

Kejadian penyerangan terhadap bus Persib di Bogor merupakan kejadian kedua yang terjadi di musim ini. Pada 30 Agustus 2019 lalu di putaran pertama saat tandang ke Malang, romobongan Persib juga diteror oleh sekelompok suporter dan melakukan pelemparan pada bus yang ditumpangi. Saat itu, peristiwa tersebut terjadi di sekitar stadion seusai menjalani sesi latihan resmi.

Pelatih Robert Rene Alberts mengatakan sangat geram dengan teror yang menimpa anak asuhnya. Dia mengatakan bahwa hal ini tidak mencerminkan sikap suporter lantaran sangat anarkis. Robert meminta hal serupa tidak kembali terjadi terhadap tim mana pun di sepak bola Indonesia.

“Pemain kami terluka didalam bus, cukup dan cukup. Kalian menyebut diri kalian supporter tapi melukai pemain kami yang ada di bus, cukup, ini tidak bagus!,” tutur Robert di akun Instagram miliknya.***

Bagikan: