Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Jelang Putaran Kedua Liga 1, Manajemen Persib Lakukan Pertemuan Tertutup

Irfan Subhan
Persib.*/DOK. PR
Persib.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Manajemen Persib melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran pelatih dan pemain, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa, 10 September 2019 petang. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas langkah serta target Maung Bandung di putaran kedua Shopee Liga 1 2019.

Tim Persib sendiri akan mengawali putaran kedua saat dijamu oleh PS Tira-Persikabo di Stdaion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu, 14 September 2019. Saat ini, Pangeran Biru masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara Shopee Liga 1 dengan nilai 19 hasil dari 4 kali menang, 7 kali imbang, dan 6 kali kalah.

Manajer Persib Umuh Muchtar saat ditemui sesuai pertemuan mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatukan visi serta misi antara manajemen, pelatih, dan pemain untuk putaran kedua.

“Kita mengkomunikasikan pada pemain khusus untuk pemain dan pelatih, tadi menyampaikan dari banyak kekurangan di putaran pertama. Disuplainya tiga pemain baru ini mudah-mudah kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.

Umuh Mengatakan, manajemen pun menargetkan Persib bisa meraih posisi Lima Besar di akhir Shopee Liga 1 musim ini. Target tersebut cukup realistis, mengingat degan kekuatan yang ada saat ini pencapaian itu bisa terwujud.

“Saya bilang kekompakan selalu bagus, kompak, disiplin pada pemain. Jangan sampai banyak kena kartu kuning, bukan rugi denda, tapi rugi ke tim kitanya. Misal harusnya kita menang lawan si b, tapi ternyata ada dua pemain yang tidak ada karena akumulasi jadi draw atau kalah,”katanya.

Mengenai kartu kuning ini juga manajemen telah mengultimatum, jika ada pemain yang mendapat kartu kuning akibat melakukan tidnakan yang dirasa tidak peru, maka pemain tersebut yang dihatuskan membayar dendanya (kartu kuning).

“Kartu kuning yang tidak perlu harusnya itu, misal pemain ngejar-ngejar wasit, marah, yang tidak perlu, akhirnya kartu kuning. Tapi bukan berarti turun motivasi pemain, harus tetap semangat. Kalau sampai lawan saja udah dihukum, sudah dapat kartu kuning, sudah janga protes, jangan merasa dia benar terus protes, minta kartu merah ya itu sangat gila. Itu salah besar. Mulai dari sekarang kita ingatkan ke pemain. Kalau mednapat kartu kuning yang tidak perlu harus bayar sendiri. PT. PBB  tidak selalu akan memberikan keringanan seperti itu,” ujarnya.

Disinggung apakah pada pertemuan itu juga membahas mengenai rencana penambahan pemain lokal, Umuh mengaku belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut. Namun jikapun ada nanti manajemen akan mengumumkannya.***

Bagikan: