Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Dhika Bayangkara Berharap Jodoh Panjang dengan Persib Bandung

Irfan Subhan
KIPER Persib Bandung Dhika Bayangkara/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
KIPER Persib Bandung Dhika Bayangkara/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

MENGHADAPI putaran kedua Shopee Liga 1, manajemen Persib Bandung mengumumkan nama penjaga gawang yang akan bergabung bersama tim. Kiper tersebut adalah Dhika Bayangkara yang pada putaran pertama tampil membela PSS Sleman.

Pemain kelahiran Kuningan, 29 April 1991 itu mengatakan, bisa bergabung dengan Persib Bandung adalah cita-citanya sejak kecil. Bahkan, keluarganya sangat mendukung ketika dia dipastikan bergabung dengan Maung Bandung.

Rekam jejak Dhika Bayangkara di Shopee Liga 1 terbilang cukup bersinar. Sebelum membela PSS Sleman, dia sempat bergabung dengan beberapa klub seperti PS Tira dan PSMS Medan. Di PSS Sleman, Dhika Bayangkara hanya mendapat kesempatan bermasin sekali yaitu saat Piala Presiden.

Sementara di PSMS Medan pada Liga 1 musim 2018, Dhika Bayangkara menjadi salah satu penjaga gawang yang kerap dipercaya mengawal  Ayam Kinantan dengan 15 kali penampilan, 5 kali clean sheet, dan  28 kali kebobolan.

PENGENALAN kiper Persib Bandung Dhika Bayangkara di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa 27 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Saat membela PS Tira pada Shopee Liga 1, Dhika Bayangkara bermain 10 kali dan kebobolan 23 gol. Kini, setelah bergabung di dengan Persib Bandung, Dhika Bayangkara bertekad bisa membawa klub bangkit dari keterpurukan.

“Saya sangat bangga bisa bergabung karena Persib Bandung merupakan tim yang berasal dari tanah kelahiran saya (Jawa Barat) merupakan cita cita saya sejak kecil untuk membela tim ini. Semua sangat senang, keluarga mendukung saya bermain di Persib Bandung. Menurut saya ini merupakan takdir saya untuk bisa bermain bersama Persib Bandung, dan saya bersyukur. Bagaimana cara bersyukur itu, saya harus memberikan segalannya untuk Persib Bandung,” tutur Dhika Bayangkara di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa 27 Agustus 2019.

KIPER Persib Bandung Dhika Bayangkara dan Pelatih Kiper Persib Gatot Prasetyo di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Selasa 27 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Mengenai persaingan posisi kiper di dalam tim yang saat ini dihuni dua nama lain yaitu I Made Wirawan dan Aqil Savik, dia menyerahkan keputusan soal siapa yang harus tampil kepada pelatih.

“Saya datang ke Persib Bandung ingin benar-benar memberikan yang terbaik untuk semuanya. Saya serahkan kepada pelatih Gatot (Prasetyo) sebagai Pelatih Kiper. Nanti beliau yang menentukan. Untuk ke depannya, saya berharap mudah-mudahan jodoh saya bersama Persib Bandung panjang,” katanya.

Sempat ada opsi lain

Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengungkapkan alasan mengapa dia memilih Dhika Bayangkara sebagai penjaga gawang baru Persib.

”Kami sudah berbicara dengan Dhika selama dua pekan tapi Pak Teddy baru mengatakan Dhika resmi bergabung dengan tim pagi tadi. Kami senang Dhika bergabung dengan kami dan diharapkan bisa meningkatkan kualitas di sektor kiper karena bisa menstimulasi ketiga pemain saat latihan dan juga berharap Dhika memberikan dampak terhadap Persib Bandung di musim ini,” ujarnya.

Persib Bandung kekurangan stok kiper setelah cederanya Deden Natshir sehingga hanya menyisakan I Made Wirawan dan Aqil Savik.

“Seperti yang saya katakan pekan lalu di bahwa kami memiliki beberapa nama dan konklusinya setelah melakukan bidikan, ada satu pemain yang mengonfirmasi siap bergabung. Dhika merupakan salah satu pemain yang direkomendasikan Gatot dan kami sudah bicara dengan pemain (bidikan) lain tapi tidak bisa bermain karena berbagai alasan. Jadi, kami senang dengan kehadiran Dhika untuk menggantikan deden Nathsir karena dia mengalami patah kaki,” ucapnya.

Robert Rene Alberts berharap dengan bergabungnya Dhika Bayangkara, dia bisa meningkatkan standar permainannya. Gatot Prasetyo, dengan segala pengalamannya, bisa melakukan evaluasi untuk tiga penjaga gawang yang ada.

“Sekarang situasi ini bagus bagi kiper karena mereka tidak lagi merasa tertekan kalau ada salah satu di antaranya yang cedera. Itu yang dirasakan kedua pemain (I Made Wirawan dan Aqil) karena khawatir jika ada yang cedera, hanya ada satu kiper tersisa. Ketika Dhika datang, kiper bisa lebih ringan bebannya dan Gatot juga bisa merancang latihan dengan lebih bagus karena ada tambahan kiper berkualitas,” tuturnya.***

Bagikan: