Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Persib Tak Bisa Bersaing di Putaran Pertama Liga 1 2019, Ini Penyebabnya

Irfan Subhan
PEMAIN Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel  dijaga ketat  pemain Barito Putera, Donny Harold Monim  pada pertandingan Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Agustus 2019 malam. Dalam laga tersebut Persib takluk 0-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel dijaga ketat pemain Barito Putera, Donny Harold Monim pada pertandingan Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Agustus 2019 malam. Dalam laga tersebut Persib takluk 0-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

TARGET Persib untuk bisa berada di papan atas klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 di putaran pertama ini jauh dari harapan. Tim yang dibesut oleh Robert Alberts ini masih bertengger di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan nilai 15 hasil dari 3 kali menang, 6 kali imbang, dan 6 kali kalah.

Maung Bandung tinggal menyisakan dua pertandingan di putaran pertama ini, yaitu saat dijamu Perseru Badak Lampung dan terakhir menjamu PSS Sleman. Tentunya dengan dua laga yang akan dihadapi ini target Persib untuk bisa berada di papan atas tidak bisa diwujudkan.

Pencapaian Pangeran Biru di putaran pertama ini memang cukup mengejutkan. Tim yang dilatih oleh Robert Alberts ini mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan saat mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 3-0.

Namun, selepas itu Supardi Nasir dkk justru mengalami pasang surut bahkan dua kali Persib dipermalukan oleh lawannya saat bermain di kandang yaitu saat ditekuk Bhayangkara FC dan Bali United.

Tidak hanya itu, di enam pertandingan terakhir, Persib hanya bisa meraih hasil dua kali imbang dan empat kali kalah. Pencapaian yang ditorehkan oleh Persib pada putaran pertama Shopee Liga 1 tahun ini berbanding terbalik dibandingkan musim lalu.

Di putaran pertama Liga 1 musim lalu, Persib justru bisa menjadi juara paruh musim setelah meraih 29 poin hasil dari dari 7 kali menang, 5 kali imbang. Tentunya jalan cerita Persib ini cukup berliku, karena banyak sekali hal-hal yang mengejutkan bobotoh hingga akhirnya menimbulkan perdebatan.

PEMAIN Persib Bandung, Febri Hariyadi dihadang pemain Bali United I Made Andhika Pradana Wijaya pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 26 Juli 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni mengatakan, dirinya tidak terkejut melihat hasil yang diraih oleh Persib sehingga tidak bisa bersaing di putaran pertama Shopee Liga 1 2019.  

“Saat mengawali musim Persib mengganti pelatih. Masih ingat beberapa waktu lalu saat saya diwawancari Pikiran Rakyat, saya mengatakan Persib seharunya tidak gegabah mengganti pelatih, karena  tim yang dibangun oleh Mario Gomez seharusnya menjadi pondasi untuk musim berikutnya,” tutur Kusnaeni saat dihubungi Pikiran Rakyat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Pria yang akrab disapa Bung Kus ini menuturkan, seharusnya manajemen Persib tidak melakukan itu (penggantian pelatih). Selain itu kedatangan Robert Alberts pun terlambat (satu minggu menjelang liga dimulai), sehingga kurang terlalu siap menjadikan tim.

Hal lainnya yang dinilai menjadi salah satu faktor gagal bersaingnya Perib adalah dalam perekrutan Fabiano Beltrame dan Esteban Vizcarra. Fabiano direkrut saat proses naturalisasinya belum selesai, hingga akhirnya di putaran pertama dia tidak bisa bermain.

Sementara Esteban Vizcarra sebelumnya datang saat dalam kedaaan cedera, sehingga faktor perekrutan pemain pun dinilai tidak maskimal padahal pemain adalah kunci utama untuk sebuah tim.

“Jadi saya tidak terlalu kaget, dan ini tidak diantisipasi sehingga rekrutmen pemain dan pelatih tidak maksimal. Namun, saya mendukung dengan langkah yang dilakukan manajemen Persib dengan memanggil pulang kembali pemain asal Jawa Barat yang sebelumnya bermain di tim lain untuk gabung ke Bandung dan saya sangat supoort itu,” katanya.

TIGA pemain baru Persib Bandung  Nick Kuipers, Kevin Van Kippersiuis, dan Omid Nazari secara resmi diperkenalkan kepada publik di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis, 15 Agustus 2019. Ketiganya menjadi pengganti tiga pemain asing sebelumnya  yaitu Bojan Malisic, Arthur Gevorkyan, dan Rene Mihelic yang dicoret pelatih dalam mengarungi putaran kedua Liga 1. */ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Bung Kus menambahkan, dirinya mengapresiasi langkah yang dilkaukan pelatih Robert Alberts dan manajemen yang langsung bergerak cepat mendatangkan tiga pemain asing baru, mengingat kontribusi pemain asing sebelumnya sperti Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan tidak terlalu membantu banyak tim.

Selain itu juga penampilan Bojan Malisic di musim ini cenderung menurun dibandingkan musim lalu karena di Liga 1 2018 pemain asal Serbia ini memiliki tandem Victor Igbonefo yang bisa saling membantu.

Hal lainnya yang menjaid perhatian adalah masalah disiplin, karena beberapa pemain sering melakukan indispliner sehingga pada akhirnya menyebabkan kerugian untuk Persib di beberapa pertandingan terakhir.

“Seperti N’Douassel yang sering mendapat kartu, atau Bojan dan Hariono juga beberapa kali insipliner. Oke, kalau pemain itu mati-matian membela buat tim, tetapi enggak begitu caraya karena akan merugikan tim. Fight di lapangan boleh-boleh saja karena untuk membela tim, tapi masalah disiplin dan mental juga harus dibenahi oleh pelatih dan jangan membiarkan pemain seenaknya melakukan itu (indisipliner). Tim harus lebih tegas,”ujarnya.

Bung Kus berharap persiapan Perib di putaran kedua Shopee Liga 1 2019 ini bisa semakin baik khususnya dalam proses rekrutmen pemain baru yang akan menambah kekuatan skuad Maung Bandung.

“Mungkin bisa mencoba meraih striker yang betul-betul bisa mem-backup N’Douassel kalau bisa striker lokal, sehingga saaat tidak bisa tampil Persib memiliki backup. Selain itu pelatih pun bisa mengingatkan dia (N’Douassel) agar jangan terlalu ’bedegong’. Seolah-olah Persib yang membutuhkan dia, sehingga pelatih bisa lebih mendisiplinkan lagi pemain. Tidak hanya N’Douassel tetapi semua pemain lainnya jangan gampang mendapat kartu kuning atau kartu merah. Karena suporter menginginkan prestasi yang diraih timnya,” ucapnya.

BOBOTOH membentang kan poster dukungan saat menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Kalteng Putra pada ajang  Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa 16 Juli 2019. Dalam laga tersebut, Persib Bandung menang 2-0.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Sebelumnya ketua Viking Persib Club Heru Joko berharap Persib segera melakukan perbaikan di dalam tubuh Persib. "Memang kemarin memberi hasil yang kurang bagus. Tapi saya sangat percaya kepada manajemen untuk mengevaluasi tim. Semua harus ditingkatkan. Karena jujur, kami semua ingin menang," katanya.

Heru pun bertanya-tanya ada apa dengan kondisi Persib saat ini, mengingat Maung Bandung memiliki pelatih dengan rekam jejak yang sangat baik dan juga diperkuat oleh pemain  

Heru mengaku tidak mengerti dengan kondisi tim Persib Bandung. Padahal tim kebanggaannya ini memiliki pelatih terbaik dan cerdik dalam menangani tim dan dihuni para pemain berkualitas. 

"Soal teknis tim saya kurang mengerti. Yang jelas situasinya saja mungkin kurang bagus Harapannya saya Persib bisa bermain lebih baik lagi, memiliki semangat lebih dan tahu arti Persib dan bagimana caranya membanggakan warga Jawa Barat. Kita pasti akan tetap mendukung," tuturnya.***

Bagikan: