Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Hariono Dapat Hukuman Tambahan, Pelatih Persib Dibikin Geram

Abdul Muhaemin
PEMAIN Persib Bandung saat menjalani sesi uji coba lapangan di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu 3 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung saat menjalani sesi uji coba lapangan di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu 3 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Komisi Disiplin PSSI kembali memghukum Persib Bandung dalam kompetisi Liga 1 2019. Kali ini gelandang senior Hariono dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak 1 kali yaitu saat Persib tandang ke markas Perseru Badak Lampung FC, Minggu 25 Agustus 2019 nanti.

Melalui surat bernomor 073/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2019 itu, pemain bernomor punggung 24 tersebut dianggap melakukan aksi tidak sportif kepada pemain Borneo FC yaitu Matias Ruben Conti. Padahal dalam pertandingan yang digelar 14 Agustus 2019 tersebut, Hariono sudah diganjar kartu kuning dan Borneo FC mendapatkan penalti.

Sang pelatih, Robert Rene Alberts dibuat geram dengan sanksi yang dijatuhkan kepada pemain andalannya itu. Robert berargumen bahwa Hariono tidak pantas mendapatkan sanksi tambahan lantaran sudah diganjar kartu serta Persib dihukum penalti oleh sang pengadil di lapangan saat itu juga.

“Di situ tidak ada permainan yang kotor ataupun kasar. Dia menghampiri bola di atas, seperti yang kalian lihat di video, dan pemain lawan mendatangi dia. Di situ tidak ada insiden lain, tidak ada tendangan yang kasar bahkan tidak ada tendangan susulan. Wasit pun melakukan hal yang benar, memberi hadiah penalti dan kami tidak protes dengan keputusan itu,” tutur Robert Alberts seperti dilansir laman resmi klub.

Mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Hariono, Robert menegaskan bahwa aksi pemainnya tersebut salah dan wasit telah mengambil keputusan yang benar. Namun dia dibuat bingung tatkala Komdis PSSI mengirim surat lanjutan yang berisi tambahan hukuman bagi Hariono.

“Tapi surat ini membuat semua orang bingung karena yang terjadi sekarang adalah ketika kami sudah mendapatkan hukuman di lapangan bisa langsung mendapat hukuman larangan bermain, di mana wasit telah membuat keputusan yang benar, yaitu memberikan kartu dan menghukumnya dengan penalti,” katanya.

Lebih dari itu, Robert menilai tambahan hukuman kepada pemain seharusnya diberikan ketika sang pemain melakukan aksi tidak sportif yang jauh dari permainan. Dia mencontohkan pemain yang sengaja melakukan sikutan atau tendangan kasar dari belakang, maka pemain itu pantas mendapat tambahan hukuman. Sementara pada kasus Hariono dia menganggap Komdis PSSI telah membuat keputusan yang keliru

“Apabila wasit mengabaikan semuanya di lapangan, seperti tendangan kasar dari belakang atau sikutan di wajah kami semua setuju. Karena hal tersebut bukan bagian dari pertandingan dan harus ada hukumuan setelah pertandingan,” ujarnya.***

Bagikan: