Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Pergantian Pelatih yang Terlalu Sering jadi Salah Satu Faktor Persib Terpuruk?

Abdul Muhaemin
PEMAIN Persib Bandung Ghozali Siregar berebut bola dengan pemain Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung Ghozali Siregar berebut bola dengan pemain Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Pergantian pelatih di tubuh Persib Bandung yang terlampau sering dianggap sebagai salah satu penyebab terpuruknya penampilan Persib musim ini. Dalam dua musim terakhir, klub berjuluk Maung Bandung itu telah berganti nahkoda setidaknya tiga kali. Bahkan, pergantian pelatih menjelang musim 2019 begitu cepat terjadi.

Berdasarkan catatan Pikiran Rakyat, sejak Desember 2018, mantan pelatih Persib Miljan Radovic ditunjuk manajemen untuk memimpin tim. Usai diberi kepercayaan manajemen, Miljan Radovic langsung bergerak cepat dengan merekrut pemain lokal serta pemain asing.

Akan tetapi, setelah masa persiapan cukup panjang yaitu empat bulan, hanya dua minggu menjelang kompetisi bergulir, pelatih berkebangsaan Montenegro itu dipecat dan digantikan oleh pelatih saat ini, yaitu Robert Rene Alberts.

Tak pelak, pergantian posisi di jajaran pelatih musim ini sangat terlihat pada hasil yang diperoleh Persib Bandung. Hingga pekan ke-15, Persib sudah kalah 6 kali, imbang 6 kali dan hanya baru 3 kali memenangkan pertandingan. Alhasil, Persib masih terseok-seok di papan tengah dengan menempati posisi 11 klasemen sementara.

Tidak berhasilnya Persib sejauh ini di putaran pertama, bahkan sempat disinggung oleh Robert Alberts akibat dari kurang mumpuninya kualitas pemain yang ada. Pasalnya, Robert bukanlah orang yang membentuk tim serta mendatangkan pemain untuk mengarungi kompetisi musim 2019 ini.

Karakter pelatih

Disinggung buruknya penampilan Persib Bandung musim ini, pengamat sepak bola Deden Ramdan mengatakan bahwa bisa jadi penyebabnya adalah karakter pelatih yang berbeda. Dia mencontohkan penampilan Ghozali M. Siregar yang melempem dan tidak bersinar di musim ini.

Padahal musim lalu, dia tampil gemilang di bawah asuhan pelatih Mario Gomez. Bahkan di era Mario Gomez, Ghozali menjadi bagian penting saat Persib Bandung menjadi juara paruh musim kompetisi.

"Apakah karena karakter pelatih yang berbeda, saya melihat Ghozali Siregar pada era Alberts ini seperti tidak menemukan format permainan yang pas," katanya seperti dilansir PRFM, Senin, 19 Agustus 2019.

Lebih dari itu, Deden menilai hingga saat ini chemistry di antara pemain Persib Bandung tidak terjalin dengan baik. Padahal, pemain-pemain yang menjadi bagian tim musim ini merupakan pemain hebat dan tidak diragukan lagi kualitasnya di kancah sepak bola nasional.

"Chemistry antara pemain Persib sepertinya sampai hari ini belum ketemu. Padahal semua ini pemain hebat," ujar Deden.***

Bagikan: