Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Mental Pemain Persib Harus Lebih Kuat

Irfan Subhan
PARA pemain Persib Bandung melakukan latihan ringan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa 13 Agustus 2019. /ADE MAMAD/PR
PARA pemain Persib Bandung melakukan latihan ringan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa 13 Agustus 2019. /ADE MAMAD/PR

MAKASSAR, (PR).- Menjelang penghujung putaran pertama Shopee Liga 1 2019, Persib akan kembali diuji dengan menghadapi PSM Makassar, pada pekan ke-14 yang akan berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu 18 Agustus 2019.

Laga tersebut akan menjadi tantangan tersendiri mengingat sebelum mengaristeki Maung Bandung, Robert Alberts pernah menjadi pelatih PSM Makassar dan bahkan mengantarkan tim berjuluk Juku Eja tersebut bertengger di posisi kedua klasemen akhir Liga 1 musim lalu.

Hasil imbang di dua pertandingan terakhir setidaknya menjadi penyemangat untuk Pangeran Biru, meski selama ini Persib selalu sulit untuk meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar di kandangnya.

Misi Persib untuk bangkit dan meraih kemenangan pun akan cukup berat, mengingat saat ini PSM sedang meraih tren positif setelah sebelumnya mereka meraih kemenangan 2-1 dari Barito Putera.

Sebaliknya, Persib justru hanya bisa ditahan imbang oleh Borneo FC 2-2 saat bermain di Stadion Si Jalak Harupat. Hasil satu poin ini membuat posisi Persib masih berada di peringkat ke-11 klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan nilai 15 hasil dari 3 kali menang, 6 kali imbang, dna 5 kali kalah.

Menurut pengamat sepak bola sekaligus mantan pemain Persib Sujana, melihat permainan Maung Bandung saat melawan Borneo FC di babak pertama sudah bagus dan terlihat adanya perubahan hingga bisa unggul 2-0.

Namun, di babak kedua pelatih tim lawan lebih cerdik karena bisa mengubah pola dan strategi permainan hingga akhirnya bisa mengimbangi Persib. “Di pertandingan kemarin khususnya babak kedua ada dua poin yang menjadi penilaian, yaitu pertama pemain Persib terpancing emosinya dan kedua konsentrasi buyar. Dan kejadian gol dari lawan juga seharusnya tidak terjadi,” tutur Sujana saat dihubungi Sabtu 17 Agustus  2019.

Pada gol pertama Borneo FC dari tendangan bebas harusnya tidak terjadi karena pagar di sebelah kiri bisa lebih rapat dan kiper pun harus melakukan komunikasi lebih banyak dengan pemain pagar (betis).

Sementara gol Borneo yang kedua dari titik penalti, Hariono seharusnya tidak melakukan pelanggaran itu dengan mencoba membuang bola dengan kaki terangkat ke atas, karena bola tersebut masih bisa diantisipasi dengan di sundul.

“Lawan PSM apalagi tim tersebut lagi di atas dan kemarin baru  juara Piala Indonesia motivasi mereka pasti lebih tinggi, apalagi main di kandang. Intinya Persib harus lebih berani lagi, jangan berani bertahan karena bisa raih satu poin saja di sana sudah bagus,”katanya.

Selain itu yang harus diperhatikan lagi adalah tanggung jawab dan disiplin, bisa lebih ditingkatkan khususnya untuk pemain belakang bisa benar-benar displin. Sementara untuk lini tengah dan depan sudah mulai terlihat peningkatan, tetapi mental seluruh pemain harus lebih baik, khususnya saat bermain tandang sehingga pemain bisa bermain lepas.

“Lupakan hasil kemarin yang seharusnya bisa meraih tiga poin, jangan ada bebas saat pertandingan besok dan pemain bisa lebih fresh. Mudah-mudahan pelatih juga bisa mengubah strategi dengan tidak hanya mengandalkan Ezechiel saja, karena di pertandingan kemarin ada pemain lain yang bisa masuk di kedua sisi,”ujarnya.

Sujana mengatakan, melihat ezechiel dengan postur tubuh yang tinggi sangat ideal menjadi striker. Namun, dia juga bisa menjadi tembok sehingga ada pemain lain yang bisa mengawal dan masuk ke dalam pertahanan lawan.  ***

 

Bagikan: