Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Persib Bandung Tak Punya Roh Tim Saat Ditahan Imbang Borneo FC

Miradin Syahbana Rizky
PEMAIN Persib Bandung Ghozali Siregar merayakan gol saat menjamu Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung Ghozali Siregar merayakan gol saat menjamu Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Persib Bandung dinilai tak mampu menampilkan kerja sama tim yang solid saat ditahan imbang 2-2 oleh Borneo FC pada laga lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019 malam.

Menurut mantan pemain Persib Bandung sekaligus pemerhati sepak bola Jabar Adeng Hudaya, para pemain lebih menunjukkan memampuan individu daripada kebersamaan tim.

"Saya melihat bahwa kerja sama tim Persib Bandung kurang. Banyak pemain yang kelihatannya terburu-buru mencetak gol. Jadinya, Persib Bandung tak memiliki pola (permainan) yang jelas," ucap Adeng Hudaya.

PARA pemain Persib Bandung merayakan gol saat menjamu Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu 14 Agustus 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Selain itu, kata Adeng Hudaya, banyak pemain Persib Bandung melakukan pelanggaran yang seharusnya tidak perlu. Salah satunya adalah ketika Hariono menjegal Matias Conti menit ke-73.

Hariono menendang kepala Conti saat keduanya berduel di dalam kotak penalti. Dampaknya, wasit menunjuk titik putih.

"Karena bermain kurang kerja sama tim, Persib Bandung kelabakan saat diserang. Untuk menutupinya, beberapa permain melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan yang paling fatal adalah pelanggaran Hariono di dalam kotak penalti yang sangat merugikan tim," tuturnya.

Untuk itu, dia berharap Persib Bandung segera memiliki pemain yang kuat dalam membentuk kekompakan serta pandai mengatur ritme permainan. Karakter itu, kata Adeng Hudaya dimiliki Fabiano Beltrame.

"Saya pikir Fabiano Beltrame adalah figur yang kuat dalam mengatur ritme permainan. Dia tahu kapan tim harus bertahan dan kapan menyerang. Jangan seperti sekarang, saat unggul, inginnya menyerang terus," ujar dia.

Jenderal lapangan tengah

Adeng Hudaya mengatakan, selain Fabiano Beltrame, Persib Bandung juga belum menemukan pengganti sepadan sejak kepergian Makan Konate. Menurut dia, Makan Konate merupakan pemain yang pintar menentukan kapan bertahan dan menyerang.

"Persib harus segera memiliki kembali memiliki lini tengah yang kuat. Jadi, saat menyerang dan bertahan, dia selalu ada untuk tim," tuturnya.

Dengan adanya dua sosok itu, Adeng Hudaya yakin Persib Bandung akan berbeda saat memasuki putaran kedua. Dia berharap Fabiano Beltrame bisa segera mendapatkan status Warga Negara Indonesia. Pangeran Biru juga harus bisa mencari pemain tengah yang tangguh.

"Saya yakin Persib bisa bangkit. Caranya, segera melakukan pembenahan pada putaran kedua. Mengenai sosok pelatih, saya kira Robert Rene Alberts masih layak diberi kesempatan," tuturnya.***

Bagikan: