Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Pengamat: Robert Alberts Harus Face to Face terhadap Pemain Persib yang Sering Lakukan Kesalahan

Miradin Syahbana Rizky
PARA pemain Persib melakukan latihan ringan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa 13 Agustus 2019. Pada pertandingan lanjutan Liga 1 2019 Persib akan menghadapi Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis 14 Agustus 2019 pukul 18.30 WIB.*/ADE MAMAD/PR
PARA pemain Persib melakukan latihan ringan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa 13 Agustus 2019. Pada pertandingan lanjutan Liga 1 2019 Persib akan menghadapi Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis 14 Agustus 2019 pukul 18.30 WIB.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Untuk bisa segera meraih kemenangan, Persib Bandung harus segera menemukan solusi membangkitkan mental pemain. Mantan pemain Persib sekaligus pengamat sepak bola, Yudi Guntara mengatakan, secara kualitas teknik pemain Persib tak perlu diragukan sehingga kunci kemenangan di laga lanjutan Shopee Liga 1 2019 melawan Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu, 14 Agustus 2019 adalah perbaikan kualitas mental pemain.

"Kalau Persib sekarang yang paling penting adalah bangkit mental. Dengan banyaknya tekanan dari sana sini untuk bisa menang tentulah tak mudah membangkitkan mental," ujarnya kepada Pikiran Rakyat di Bandung, Selasa, 13 Agustus 2019.

Yudi mengungkapkan, kunci utama dalam membangkitkan mental pemain adalah satunya komunikasi interpersonal. Menurut dia, pelatih Robert Rene Alberts tentunya harus sering melakukan pembicaraan face to face kepada beberapa pemain yang beberapa kali melakukan kesalahan fatal.

"Misalkan Bojan Malisic yang kemarin melakukan kesalahan fatal. Robert bisa bicara dari hati ke hati dengan empat mata, bukan menyalahkan pemain di depan banyak orang. Saya kira Robert tahu cara ini," ujarnya.

Bukan pelatih sembarangan

Dia menambahkan, sebagai pelatih, Robert Alberts bukanlah pelatih sembarangan. Dia merupakan pelatih dengan sarat pengalaman di beberapa klub besar sehingga sudah paham dengan adanya tekanan.

"Robert Alberts ini masuk ke Persib hanya dua minggu sebelum liga bergulir dan bobotoh sudah tahu akan hal itu. Kita harus mengatakan bahwa 30 pemain yang memang bukan pilihan Alberts, sampai saat ini belum mengerti 100 persen apa keinginannya," tuturnya.

Dengan begitu, Yudi melihat bahwa tak aneh jika Robert selalu mengubah-ubah starting eleven atau sebelas pemain yang ada di lapangan pada setiap laga. Itu terjadi karena Robert masih melakukan eksperimen terhadap skuat Persib saat ini.

"Karena pemain banyak yang belum paham keinginan Robert, maka dia selalu melakukan rotasi serta eksperimen di setiap laga. Saat ini kita belum lihat pakem asli dari sebelas pemain Roberts," tuturnya

Akan tetapi, Yudi optimis Persib bisa segera mengakhiri paceklik kemenangannya. Sebab dengan semakin besarnya tekanan dari bobotoh, para pemain Persib bisa meraih tiga poin.

"Saya kira pemain harus segera mikir bahwa tidak semua pemain bisa membela Persib Bandung, banyak yang mengantre di belakang agar bisa kesini. Pemain harus menancapkan di hati mereka kebanggaan membela tim sebesar Persib Bandung," tuturnya.

Selain itu, kata dia, para pemain harus mengabaikan kehadiran pelatih Borneo FC Roberto Carlos Mario Gomez yang membela Persib tahun lalu.  Mereka, kata dia, harus menunjukkan bahwa saat ini Persib juga dilatih pelatih dengan sarat pengalaman.***

Bagikan: