Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Persib Bandung Terpuruk di Liga 1 Musim 2019, Ini Empat Faktor Pemicunya

Abdul Muhaemin
EKSPRESI pemain Persib Bandung, Supardi Natsir usai bertanding melawan Barito Putera pada ajang Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Agustus 2019 malam. Dalam laga tersebut Persib takluk 0-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
EKSPRESI pemain Persib Bandung, Supardi Natsir usai bertanding melawan Barito Putera pada ajang Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Agustus 2019 malam. Dalam laga tersebut Persib takluk 0-1.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Persib Bandung masih terseok-seok di papan tengah kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019. Hingga pekan ke-12, klub berjuluk Maung Bandung itu masih terdampar di posisi 11 klasemen sementara dengan mengumpulkan 13 angka.

Klub yang saat ini diarsiteki oleh pelatih Robert Rene Alberts tersebut baru memperoleh tiga kemenangan sejauh ini. Lalu empat kali ditahan imbang oleh lawannya, dan telah lima kali menelan kekalahan.

Kemerosotan prestasi Persib Bandung musim ini bahkan mulai menimbulkan kegaduhan, khususnya di ranah media sosial. Bobotoh sebagai suporter Persib Bandung mulai mempertanyakan terpuruknya tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut musim ini.

Bobotoh yang memang mempunyai kekuatan people power di ranah media sosial, banyak yang melakukan protes terhadap buruknya penampilan Persib Bandung. Bahkan tidak hanya di media sosial, puncaknya adalah saat Persib ditekuk dengan skor telak oleh tuan rumah Arema FC 5-1. 

Dimana seusai pertandingan, oknum bobotoh yang berada di Bandung melakukan tindakan anarkis dengan meyerang kantor manajemen di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, belum lama ini. Oknum bobotoh tersebut menyerang dengan melemparkan telur dan tomat dan sempat ramai diperbincangkan saat itu.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa jadi merupakan penyebab merosotnya prestasi Persib Bandung musim ini:


Pergantian pelatih mendadak

Hal yang pertama ini memang sempat menuai pro serta kontra di kalangan bobotoh. Bagaimana tidak, manajemen Persib Bandung secara mengejutkan mengganti kursi kepelatihan Persib Bandung kurang dari dua minggu menjelang bergulirnya kompetisi musim 2019.

PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts/ABDUL MUHAEMIN/PR

Sebelum manajemen menunjuk Robert Rene Alberts sebagai pelatih musim ini, manajemen Persib Bandung telah terlebih dahulu menunjuk mantan pemain Persib yang berkebangsaan Montenegro yaitu MIljan Radovic sebagai pelatih.

Bahkan Miljan Radovic telah menyiapkan tim Persib Bandung selama empat bulan, dan mendampingi Persib selama empat bulan. Saat ditangani Miljan Radovic, Persib mengikuti dua turnamen yaitu Piala Indonesia serta Piala Presiden. Meski pada akhirnya hasil yang diharapkan tidak memuaskan.

Terlepas dari hal itu, kebijakan manajemen yang menganti MIljan Radovic dengan alasan sang pelatih akan melakukan kursus kepelatihan di Eropa sempat menuai polemik di kalangan bobotoh dan para pemerhati Persib Bandung.


Perekrutan pemain tidak efektif

Faktor kedua adalah mengenai perekrutan pemain yang banyak dianggap tidak efektif. Pada musim ini Persib Bandung terbilang melakukan perombakan pada tim dari komposisi musim sebelumnya. 

Banyak pemain yang didatangkan manajemen musim ini, mulai dari pemain lokal hingga pemain asing dan berbabagai posisi. Bahkan pelatih Persib Robert Rene Alberts sempat beberapa kali menyinggung soal kualitas pemain yang didatangkan terutama pemain asing.

PEMAIN Persib Rene Mihelic.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Dua legiun asing Persib Bandung musim ini yaitu Artur Gevorkyan dan Rene Mihelic mendapatkan sorotan lantaran dianggap tidak sesuai ekspektasi. Meski Artur Gevorkyan sejauh ini telah mencetak gol, pemain berkebangsaan Turkmenistan tersebut mulai jarang mendapatkan kepercayaan Robert Alberts. Bahkan pada saat Persib dipermalukan Barito Putera di laga terakhir, sang pemain tidak dimasukan dalam daftar pemain sama sekali.


Sementara itu Rene Mihelic yang berkebangsaan Slovenia belum bisa menjadi jenderal yang baik di lini tengah. Beberapa pengamat bahkan sempat membandingkan sang pemain dengan gelandang asing musim lalu yaitu Oh In-Kyun yang dianggap lebih baik penampilannya.


Pemain utama sering absen

Lima kekalahan yang diderita Persib Bandung musim ini memang tidak terlepas dari absennya para pemain utama yang tidak bisa berlaga. Kekalahan pertama adalah saat Persib dipermalukan Bhayangkara FC di Bandung. Saat itu Achmad Jufriyanto atau Jupe tidak bisa memperkuat tim lantaran mengalami cedera.

PEMAIN Persib Bandung, Ahmad Jufrianto mencoba menyundul bola berhadapan dengan penjaga gawang Barito Putera, Aditya Harlan pada pertandingan Liga 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Agustus 2019 malam. Skor Sementara 0-0.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Kekalahan kedua juga dialami Persib saat ditumbangkan tuan rumah Persebaya dengan skor mencolok 4-0. Dimana Jupe kala itu masih dibekap cedera dan digantikan posisinya oleh bek muda Indra Mustafa.

Lalu di pertandingan kontra Arema FC saat Persib dilumat 5-1, dua legiun asing tidak bisa bermain sekaligus. Ezechiel N'Douassel dan Bojan Malisic yang selalu menjadi andalan harus absen karena mendapatkan akumulasi kartu.

Kekalahan selanjutnya diderita oleh Persib Bandung minggu lalu, melawat ke markas Barito Putera. Persib yang tampil tanpa Rene Mihelic juga menelan kekalahan dengan skor tipis 1-0.

Sementara itu, 1 kekalahan lagi dialami Persib saat bertindak sebagai tuan rumah. Menjamu Bali United, Maung Bandung sebenarnya tampil full team, tetapi Supardi dkk gagal mengamankan 3 angka usai dikalahkan tamunya dengan skor akhir 0-2.

 

Sepinya dukungan bobotoh

Ada yang sedikit berbeda dalam laga kandang Persib Bandung musim ini. Saat bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, bangku-bangku stadion lebih sering banyak yang kosong. Padahal setiap laga kandang Persib di musim-musim sebelumnya selalu dipadati oleh bobotoh.

Banyaknya bangku stadion yang kosong tidak bisa dipungkiri dipengaruhi oleh pemberlakuan sistem tiket online yang baru diterapkan musim ini. Bahkan, pemberlakuan tiket online beberapa kali mendapatkan protes oleh bobotoh, baik di media sosial ataupun langsung protes saat laga kandang Persib.

BOBOTOH menyampaikan kritik terhadap tim saat Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion SI Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Juni 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Imbas sepinya stadion ini berdampak langsung pada penampilan Persib Bandung di kandang. Robert Alberts bahkan sempat meminta berulang kali agar bobotoh bisa mendukung Persib di stadion. Alhasil dari 6 laga kandang, Persib hanya baru menang sebanyak 2 kali, 2 kali pertandingan berakhir dengan imbang serta telah menelan 2 kali kekalahan.

Catatan laga kandang Persib ini tentu lebih buruk dibanding dua musim sebelumnya. Pada musim 2017, dari 6 laga kandang Persib sama sekali tidak pernah menelan kekalahan, dengan memenangkan pertandingan sebanyak 4 kali serta 2 kali berakhir imbang.

Sementara itu pada musim lalu dibawah komando Mario Gomez, penampilan Persib di kandang terbilang cukup baik. Dimana Persib hanya kalah sebanyak 1 kali,imbang 1 kali dan menang 4 kali.***

Bagikan: