Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Pada Manajer Persib

Irfan Subhan
MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar/ABDUL MUHAEMIN
MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar/ABDUL MUHAEMIN

BANDUNG, (PR).- Nasib tragis belum bisa lepas dari Persib. Setelah sebelumnya takluk di dua pertandingan Shopee Liga 1 2019, kini Maung Bandung kembali harus menelan pil pahit usai Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan sanksi.

Tidak hanya tim, Komdis PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada manajer Persib Umuh Muchtar berupa sanksi percobaan larangan masuk stadion selama tiga bulan sampai akhir putaran pertama musim kompetisi tahun 2019.

Komdis PSSI menilai jika Umuh melakukan perkataan tidak patut kepada wasit saat Persib menjamu Bali United, di Stadion Si Jalak Harupat, Jalan Cipatik-Soreang, pada tanggal 26 Juli lalu.

Sementara untuk tim Persib, Komdis PSSI menjatuhkan dua sanksi denda yaitu saat dijamu PSIS Semarang dimana Pangeran Biru mendapat lima kartu kuning sehingga dijatuhkan sanksi denda sebesar Rp 50 juta.

Sanksi lainnya adalah saat Persib melawan Bali United karena ada okknum suporter melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan (pengulangan), hingga akhirnya komdis pun menjatuhkan denda sebesar Rp 90 juta.

Jika di total dari sanksi pertama pada Shopee Liga 1 2019 yang diraih oleh Persib, maka Maung Bandung telah mengeluarkan uang sebesar Rp 285 juta untuk membayar sanksi denda oleh Komdis PSSI.

Belum tahu

Menanggapi sanksi percobaan larangan masuk stadion selama tiga bulan sampai akhir putaran pertama musim kompetisi tahun 2019, manajer Persib Umuh Muchtar mengaku belum mengetahui dan menerima surat resminya.

Umuh mengatakan, dirinya tidak akan melakukan banding karena sanksi yang dihatuhkan tersebut sangat tidak beralasan, mengingat komdis PSSI tidak memanggil dirinya terlebih dahulu untuk menjelaskan kronologisnya.

“Biarkan saja, saya tidak akan banding. Silahkan saja biar semua orang tahu kalau mafia merajalela. Waktu kongres kemarin saya berteriak (vokal berbicara). Mungkin maunya dia (oknum mafia) saya tidak teriak dan protes. Mungkin kalau waktu itu saya tidak teriak tidak akan apa-apa (di sanksi),” tutur Umuh saat dihubungi Jumat 2 Agustus 2019.

Umuh menambahkan, pada saat Persib menghadapi Bali United dirinya tidak merasa berbicara hal yang tidak pantas kepada wasit yang memimpin. Bahkan, komdis pun tidak melakukan pemanggilan dulu untuk melakukan kroscek.

“Seharusnya sebelum mengeluarkan sanksi komdis memanggail pihak yang bersangkutan dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Saya juga belum tahu apa sebenarnya kesalahan saya, kenapa tidak dipanggil dulu. Memangnya saya ngomong apa (waktu laga bali united), harusnya dipanggil dulu dan ini sudah kebiasaan. Kemarin sudah ngerem sekarang sudah berani lagi,” ucapnya.

Dia menuturkan, jika masalah ini terus dibiarkan dan terjadi berulang-ulang maka sepak bola Indonesia tidak akan maju-maju. Selama ini dirinya berbicara lantang demi memperbaiki sepak bola Indonesia.  

“Mudah-mudahan semuanya terbongkar, saya tidak takut dihukum biar  saja persepakbolaan Indonesia tahu protes saya, saya selalu benar. Saya akan berusaha memperbaiki sepak bola Indoensia, kalau seperti ini terus bagaimana PSSI bisa maju, bagaiman sepak bola kita bisa naik peringkatnya di dunia,” tuturnya.***

Bagikan: