Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

Manajemen Persib Bandung Perkarakan Teror di Malang Usai Dicundangi Arema FC

Miradin Syahbana Rizky
WASIT Aprisman Aranda memberi kartu kuning pada pemain Arema FC Rivaldi Bawuo yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persib Bandung Febri Hariadi dalam pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa 30 Juli 2019.*/ANTARA
WASIT Aprisman Aranda memberi kartu kuning pada pemain Arema FC Rivaldi Bawuo yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persib Bandung Febri Hariadi dalam pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa 30 Juli 2019.*/ANTARA

MALANG, (PR).- Persib Bandung dicundangi tuan rumah Arema FC dengan skor telak 1-5 pada laga tunda Shopee Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Selasa 30 Juli 2019 malam. Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan, kekalahan memang menyakitkan. Namun, dia berdalih kekalahan itu tak terlepas dari teror yang dilakukan oknum suporter sebelum pertandingan.

Dampaknya, para pemain dan dia tak dapat tidur tenang setelah pembakaran petasan, Selasa 30 Juli 2019 dini hari, di depan hotel tempat mereka menginap.

”Saya mengucapkan selamat atas kemenangan Arema dengan skor 5-1. Bukannya saya mencari alasan, tapi yang paling penting sekarang, bermain di bawah tekanan sebelum dan setelah latihan kemarin,” ujarnya seusai laga.

Oleh karena itu, Persib Bandung akan segera mengirimkan surat protes kepada PSSI terkait teror yang diterima tim. Dia mengatakan, manajemen Persib Bandung sudah menyatakan persetujuan soal itu.

”Minggu ini, kejadian serupa juga terjadi di kota lain, (ada tim lain) yang akan mengirimkan protes. Saya yakin, kejadian ini bukan olah Aremania, tapi para hooligan. Mereka melempar petasan ke bus dan juga di depan hotel kami menginap. Setiap kejadian, kami tidak mendapatkan perlindungan dari kepolisian,” ujarnya.

KIPER Persib Bandung Aqil Savik menghalau bola dari kaki pemain Arema FC Riki Kayame dalam pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa 30 Juli 2019.*/ANTARA

Terlepas dari kejadian itu, Robert Rene Alberts tetap mengapresiasi kerja anak-anak asuhnya. Menurut dia, para pemain telah menunjukkan performa terbaik meski hasilnya mengecewakan.

”Persib sudah bagus. Tetapi, ini yang terjadi, Arema terlalu mudah dalam mencetak gol. Sangat sulit jika kami harus ketinggalan 2-0 pada awal babak pertama saat bermain di Kanjuruhan karena akan sulit mengembalikan posisi,” tuturnya.

Perbincangan sebelum sepak mula

Pelatih Arema FC Milomir Seslija kaget akan kemenangan besar timnya atas Maung Bandung. Menurut dia, tidak setiap saat Arema FC bisa menggasak Persib Bandung dengan skor seperti itu. 

”Persib Bandung merupakan tim besar. Jadi, skor ini juga terlalu besar untuk Persib Bandung. Kemenangan ini tidak pernah terjadi melawan Persib Bandung sebelumnya ketika kami bisa mencetak lima gol,” ujarnya.

Ia berharap, Pangeran Biru bisa segera bangkit. Tak mudah bagi tim yang mengalami kekalahan besar untuk segera bangkit. ”Arema telah menampilkan permainan yang bagus. Memang inilah rivalitas dan skor akhir yang menentukan,” ujarnya.

Mengenai alasan kekalahan Persib Bandung akibat adanya ulah teror hooligan, Milo mengatakan sudah mengetahuinya. Sebelum laga dimulai, dia dan Robert Rene Alberts sempat berbincang di stadion. Saat mengobrol itulah, Robert Rene Alberts memperlihatkan video teror kepadanya. ”Tetapi, yang pasti, kami, Arema, telah bermain pintar dengan memanfaatkan kelemahan Persib yang dalam kondisi lemah hari ini,” katanya.***

Bagikan: