Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

PSIS vs Persib Bandung, Robert Rene Alberts Bicara Soal Hujan Kartu dan Puji Barisan Muda

Irfan Subhan
PEMAIN PSIS Semarang Silvio Escobar Benitez berebut bola dengan pemain Persib Bandung Saepuloh Maulana pada pertandingan lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu 21 Juli 2019. Pada pertandingan tersebut, Persib Bandung  tipis 1-0.*/ANTARA
PEMAIN PSIS Semarang Silvio Escobar Benitez berebut bola dengan pemain Persib Bandung Saepuloh Maulana pada pertandingan lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu 21 Juli 2019. Pada pertandingan tersebut, Persib Bandung tipis 1-0.*/ANTARA

MAGELANG, (PR).- Kemenangan Persib Bandung atas PSIS Semarang harus dibayar mahal karena tim tamu mendapat 5 kartu kuning. Semenatra kubu tuan rumah menerima satu kartu merah.

Bertanding di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu 21 Juli 2019, Persib Bandung menang berkat gol tunggal Ezechiel N’Douassel menit ke-78.

Seusai laga, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan, bermain di kandang membuat PSIS Semarang penuh motivasi bahkan pada babak kedua mereka bisa menciptakan banyak peluang yang mebahayakan pertahanan Persib.

“Kami harus bermain lebih waspada dan memanfaatkan serangan balik. Jadi, saya mengapresiasi kemenangan ini tapi saya lebih mengapresiasi penampilan pemain muda seperti Indra, Saepuloh, dan Henhen yang membuat permulaan bagus sejak awal,” ujar Robert Rene Alberts.

“Mereka benar-benar bertahan dengan baik. Apalagi bsia cleansheet, itu sangat penting untuk menaikkan kepercayaan diri pemain. Saya sangat bangga pada Indra, Henhen, dan Saepuloh yang telah melakukan tugasnya dengan baik,” katanya.

Kartu kuning

Mengenai 5 kartu kuning yang diberikan wasit Hamim Tohari asal Jawa Timur untuk Persib Bandung, Robert Rene Alberts tidak ingin berkomentar banyak karena dia tidak melihat jelas pelanggaran yang dilakukan pemainnya.

“Saya selalu cek dengan orang yang menonton di TV dan berdiskusi. Mereka selalu bertanya kepada saya ada kenapa (ada banyak kartu kuning?). Saya tidak tahu karena penonton di TV akan melihat secara berbeda tentang 5 kartu kuning itu. Saya tidak bisa bilang apa-apa karena saya tidak tahu,” ujarnya sambil tersenyum.

Kartu merah

Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra mengatakan, ini merupakan kedua kalinya tim gagal memetik poin saat bermain di kandang sendiri.

“Kami sebetulnya mempunyai tekad untuk meraih poin penuh di sini, tapi kartu merah telah merusak galanya, khususnya pada babak kedua. Dengan 10 pemain, kami berusaha semaksimal mungkin membuat gol tapi pada akhirnya kami harus menerima kekalahan ini,” ucapnya.

Dia mengatakan, sejak babak pertama, skema yang diterapkannya adalah menekan lawan lebih awal. Namun, kartu merah yang diberikan kepada Patrick Silva membuat strategi yang diterapkan harus diubah.

“Sebelum mendapat kartu merah, justru kami banyak menciptakan peluang meski tidak terjadi gol. Pada babak kedua, kami sulit serangan seperti pada babak pertama karena kurangnya pemain. Namun, saya pikir semua pemain sudah berusaha maksimal untuk membuat gol. Bahkan, pada babak kedua kami banyak punya peluang, lebih banyak dari Persib Bandung,” katanya.***

Bagikan: