Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

PSIS vs Persib Bandung, Kemenangan Buah Permainan Defensif tetapi Efektif

Arif Budi Kristanto
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola dengan pemain PSIS Semarang Wallace Costa pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto Magelang, Minggu 21 Juli 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola dengan pemain PSIS Semarang Wallace Costa pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto Magelang, Minggu 21 Juli 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Momentum kebangkitan Persib Bandung berlanjut setelah meraih kemenangan keduanya di Shopee Liga 1 dengan menundukkan tuan rumah, PSIS Semarang 1-0 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu 21 Juli 2019. Perubahan taktik menjadi lebih defensif tetapi efektif menjadi kunci keberhasilan Pangeran Biru.

Mantan pemain Persib Bandung Sutiono Lamso menilai, Pelatih Persib Robert Rene Alberts berhasil mengakali ketimpangan komposisi timnya akibat absennya dua defender, Achmad Jufriyanto dan Bojan Malisic, dengan menerapkan strategi yang lebih defensif.

Mempertebal lini tengah dengan pemain berkarakter bertahan tetapi cekatan membantu penyerangan, dinilai Sutiono membuat lini pertahanan solid.

"Robert Rene Alberts mengubah cara bermain dengan cenderung memakai tiga bek dan memperkuat lini tengah dengan lima sampai enam pemain, hanya satu pemain di depan. Memang lebih defensif, tapi efektif dan itu layak dilakukan di laga tandang, yang kalau dapat hasil imbang saja sebenarnya cukup baik," kata Sutiono seusai laga.

PEMAIN Persib Bandung Rene Mihelic mencoba menyundul bola di antara kawalan pemain PSIS Semarang pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu 21 Juli 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

Menurut eks penyerang Persib Bandung era 1990-an itu, perubahan gaya yang diterapkan Robert Rene Alberts membuat jajaran gelandang Pangeran Biru tampil lebih agresif.

Penempatan pemain-pemain sayap cepat seperti Ardi Idrus dan Henhen Herdiana yang mampu membantu penyerangan sekaligus cepat turun membantu pertahanan, kata Sutiono, membuat Rene Mihelic, Esteban Vizcarra, bahkan Hariono lebih agresif dan berani membantu penyerangan. Apalagi, tuim tamu diuntungkan karena PSIS Semarang bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.

Perkaya kreativitas serangan

Selain pengubahan permainan, Sutiono juga mengapresiasi kedewasaan yang mulai ditunjukkan pemain khususnya Ezechiel N'Douassel.

Pemain yang baru kembali dari hukuman akumulasi kartu kuning itu mampu menahan emosi untuk tidak mudah termakan provokasi lawan.

"Ezechiel N’Douassel mulai bisa menahan diri. Biasanya ngotot dan emosional sehingga berbuah kartu kuning yang bisa merugikan tim. Dia dan seluruh pemain harusnya memang fokus saja pada pertandingan. Pengalam bermain di liga kita harus jadi pelajaran," kata Sutiono.

Meski menapaki tren positif di jalur kemenangan, Sutiono tetap mengingatkan agar Persib Bandung terus meningkatkan kreativitas permainan. Pola penyerangan yang kerap terpusat kepada Ezechiel N’Douassel harus dikurangi.

"Penyerangan yang selalu berpusat kepada Ezechiel N’Douassel sudah dibaca kebanyakan lawan. Persib harus bisa bermain seperti pada laga sebelumnya (saat mengalahkan Kalteng Putera), tanpa Ezechiel N’Douassel, sumber gol dari pemain lain seperti Febri Hariyadi, Gozali, Arthur, atau bahkan pemain lain yang cenderung tidak diprediksi lawan akan bisa bikin gol," ujarnya.***

Bagikan: