Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Cerah, 23.4 ° C

Legenda Persib Sayangkan Pemain Asing yang Kerap Menerima Kartu

Miradin Syahbana Rizky
PEMAIN Persib Bandung Bojan Malisic mendapat kartu merah saat melawan Kalteng Putra di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa 16 Juli 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung Bojan Malisic mendapat kartu merah saat melawan Kalteng Putra di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa 16 Juli 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Legenda Persib Bandung Sutiono Lamso menyayangkan sikap dan mental pemain asing Maung Bandung yang kerap menerima kartu kuning maupun kartu merah. Menurut penyerang haus gol di masanya tersebut, dua pemain asing seperti Bojan Malisic maupun Ezechiel N'douassel adalah sosok pemain yang sangat disorot karena kerap melakukan protes keras terhadap wasit.

"Saya sangat menyayangkan. Kenapa pemain asing yang harusnya menjadi panutan bagi pemain lokal justru memberikan contoh buruk mengenai fair Play dengan kerap menunjukkan mentalitas dan emosional yang berlebihan," ucap Sutiono di Bandung, Rabu, 17 Juli 2019.

Di musim 2019 Shopee Liga 1, Ezechiel N’Douassel adalah pemain dengan jumlah kartu kuning terbanyak. Dia telah mengantongi lima kartu kuning dari 8 kali Persib bertanding. Sedangkan Bojan Malisic tak kalah buruknya. Dia telah mengantongi dua kartu kuning serta satu kartu merah.

Dampaknya, Bojan tidak bisa bermain di laga selanjutnya Persib Bandung saat melawat ke markas PSIS Semarang pada Minggu, 21 Juli 2019. Menurut Sutiono, baik Malisic maupun Ezechiel seharusnya dapat beradaptasi dengan kultur sepakbola Indonesia.

"Saya menilai mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan sepakbola kita. Tapi seharusnya sebagai pemain profesional yang dibayar mau tidak mau mereka wajib beradaptasi dengan karakter kita. Ini tidak baik jika begini terus karena tim dirugikan," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap manajemen dan pelatih harus segera mengevaluasi kinerja mereka. Pasalnya, Persib harus menghitung seberapa besar kontribusi dan kerugian mereka di musim ini.

"Saya lihat Ezechiel sekarang lebih banyak negatifnya. Sebagai penyerang seharusnya dia bisa menjadi lumbung gol Persib tapi kenyataannya sekarang dia lumbung kartu kuning di tim. Selain itu tanpa Ezechiel ternyata Persib bisa menang atas Kalteng Putra," ujarnya.

Tak lupa, Sutiono mewanti-wanti kepada seluruh pemain asing agar kedatangan mereka bisa memberikan efek positif terhadap kinerja serta image Maung Bandung. Sebab, tidak menutup kemungkinan jika manajemen Persib mengambil tindakan keras mereka di putaran kedua.

"Kita kasih mereka waktu untuk memperbaiki diri karena putaran pertama masih panjang. Sangat dirugikan jika disaat pemain asing minim kontribusi membuat Persib tidak bisa menembus papan atas usai kalah di kandang sendiri," ujarnya.

WASIT Fariq Hitaba (kanan) memberi kartu kuning pada pesepak bola Persib Bandung Rene Mihelic (kiri) saat pertandingan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA

Siapkan sanksi

Hal senada dikatakan pelatih Lukas Tumbuan. Menurut Lukas, manajemen seharusnya menyiapkan sanksi jika mereka terus mengoleksi kartu kuning akibat emosional serta mengulur-ulur waktu.

"Harusnya manajemen siapkan sanksi bagi pemain asing yang mendapatkan kartu kuning akibat protes berlebihan dan emosional di lapangan. Menurut dia, mereka tak boleh semena - mena terhadap sepakbola Indonesia.

"Mereka harusnya mampu meredam emosi di lapangan. Mereka seharusnya memberikan simpati kepada sepakbola Indonesia bukan empati. Mereka memerlukan bimbingan," ujarnya.

Untuk itu, dia menilai pemain asing di Indonesia wajib diberikan sosialisasi mengenai karakteristik sepakbola Indonesia. Mereka harus mendapatkan pengenalan budaya timur Indonesia.

"Budaya Timur berbeda jauh dengan budaya barat, apalagi orang Sunda itu baik-baik. Jadi saya kira mereka perlu diberikan sosialisasi mengenai itu semua," tuturnya.***

Bagikan: