Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Cedera Serius, Deden Natshir Akan Absen Lama Membela Persib

Abdul Muhaemin
DEDEN Natshir*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
DEDEN Natshir*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Keberhasilan Persib Bandung mencuri 1 poin di markas Persija Jakarta harus dibayar mahal. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019, Persib harus kehilangan penjaga gawang andalannya yaitu M Natshir Fadhil Mahbuby.

Penjaga gawang yang biasa dipanggil Deden Natshir ini ditandu keluar lapangan lantaran mengalami benturan dengan pemain Persija Bruno Matos di menit ke-29. Benturan yang terlampau keras membuat dia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh I Made Wirawan. Deden Natshir saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengatakan sangat menyayangkan harus kehilangan kiper andalannya. Dia menjelaskan, Deden Natshir mengalami fraktur atau retak dibagian tulang kering kakinya. Robert Alberts memprediksi bahwa M Natshir akan absen membela Persib cukup lama lantaran cederanya yang serius.

"Sayangnya dia mengalami fraktur di tulang keringnya dan itu menjadi cedera yang serius, itu harus dioperasi dan dirinya akan absen dalam waktu yang lama karena cedera yang serius," katanya.

PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola di udara dengan pemain Persija Ryuji Utomo pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA

Selain kecewa dan khawatir dengan cedera M Natshir, Robert Alberts juga dibuat kecewa dan geram dengan sikap suporter Persija Jakarta. Pada saat M Natshir cedera dan mendapatkan perawatan, dia menuturkan, The Jak Mania menunjukan sikap yang memprovokasi. Dimana The Jak meneriaki M Natshir yang tengah cedera saat ditandu keluar lapangan.

"Dan yang membuat saya kecewa adalah ketika ada pemain yang mengalami cedera serius, suporter seharusnya bisa menjaga sikapnya," ujarnya.

Kecewa dengan sikap The Jak Mania tersebut, Robert Alberts turut membandingkan hal itu dengan suporter yang ada di kompetisi Benua Biru atau Eropa. Para suporter tetap menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan dukungan serta dorongan motivasi kepada pemain yang tengah mengalami cedera.

"Di Eropa ketika ada situasi seperti itu, apapun timnya harus tetap memberikan dukungan, mereka harus lebih banyak belajar soal sportivitas," tutur mantan pelatih PSM Makassar dan Arema FC itu.***

Bagikan: