Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Persija vs Persib, Ketua Umum Jakmania dan Viking Minta Semua Suporter Menahan Diri

Siska Nirmala
PERSIJA vs Persib Bandung/DOK. PR
PERSIJA vs Persib Bandung/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Pendukung Persija Jakarta The Jakmania diminta menahan diri dan tidak terpancing berbagai akun sosial media terkait pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Rabu, 11 Juli 2019 sore.

"Saya berharap kita semua menahan diri tak menebar ujaran kebencian dan kata-kata tidak baik di dalam maupun luar stadion," kata Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dia menuturkan, kepercayaan yang diberikan kepolisian, GBK dan manajemen klub ini harus dihargai. "Caranya mendatangi pertandingan ini dengan tertib, tidak usah terpancing dengan akun-akun nggak jelas," katanya.

Ferry juga mengimbau Jakmania tidak melakukan sweeping atau razia terhadap Bobotoh (pendukung Persib Bandung). Mereka diharapkan datang ke Stadion GBK hanya fokus untuk menonton penampilan Persija.

"Satukan suara, gemuruhkan Stadion dengan kata-kata penyemangat untuk kebangkitan dan kejayaan Persija Jakarta. Biarkan stadion jadi tempat yang ramah bagi keluarga kita," kata Ferry.

Dalam pertandingan ini, diperkirakan pendukung Persija bakal membuat suatu bentuk dukungan istimewa berupa koreografi.

Mengenai hal ini, Ferry mengakui sudah ada permohonan izin untuk membuat koreo dari anggotanya. Ferry pun mengaku mempersilakan The Jakmania untuk memberikan dukungan kreatif seperti itu, tapi juga mengingatkan tak boleh ada unsur provokasi.

"Soal atraksi atau bentuk dukungan khusus, ada teman-teman yang sudah meminta izin untuk membuat koreo. Saya mempersilakan, tapi yang penting saya minta semua itu dikoordinasikan dulu dengan saya," katanya.

Kalau tulisannya masih dalam batas toleransi, tentu diizinkan. "Namun kalau sudah provokatif, saya minta jangan dibuat," ujar Ferry.

Mengenai alasannya untuk mendiskusikan dulu bentuk dukungan koreo tersebut, Ferry mengatakan tidak semua yang datang ke stadion dewasa dalam melihat sebagai psy war.

"Tapi bisa saja ada yang menganggapnya sebagai serangan. Saya akan mengizinkan selama masih dalam batas normal," ujarnya.

Imbauan serius

Sementara itu ketua umum Viking Persib Club Herru Joko mengimbau serius bobotoh untuk tidak datang ke Stadion Gelora Bung Karno.

"Imbauan kami sudah serius. Viking kan ke bawahnya ada distrik dan korwil. Semua sudah sepakat untuk tidak datang ke GBK," katanya.

Herru menyatakan bahwa situasi perang urat syaraf di media sosial saat ini sudah tidak sepanas dulu. Media sosial juga digunakan oleh organisasi-organisasi penggemar Persib untuk mengingatkan agar Bobotoh tidak perlu menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung di stadion.

Herru menuturkan, tidak hanya Viking namun semua organisasi pendukung Persib telah satu suara untuk tidak memberangkatkan anggotanya ke Jakarta.

Lebih lanjut Herru justru mencemaskan adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab, yang dapat merusak nuansa persaingan sehat seputar pertandingan. 

"Makanya saya berharap petugas keamanan bisa ketat di pertandingan ini. Yang dikhawatirkan ada oknum yang aneh-aneh. Bisa jadi itu bukan bobotoh, tapi kemudian berbuat aneh-aneh. Jangan sampai yang sudah dijaga, dirusak oleh oknum," tuturnya.

Pertandingan Persija melawan Persib akan kembali dimainkan di Jakarta, setelah pada beberapa tahun sebelumnya selalu dimainkan di luar Jakarta karena tidak mendapat izin petugas kepolisian.

Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Rabu ini sekitar pukul 15:30 WIB. Sekitar 60 ribu lebih tiket telah terjual dalam pertandingan yang tidak boleh disaksikan langsung oleh pendukung Persib Bandung, Bobotoh, tersebut.***

Bagikan: