Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah, 22 ° C

Persib Bandung Tahan Imbang Persija, Kekompakan Antarlini Masih Butuh Peningkatan

Irfan Subhan
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola di udara dengan pemain Persija Ryuji Utomo pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola di udara dengan pemain Persija Ryuji Utomo pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Hasil imbang 1-1 yang diraih Persib Bandung saat dijamu Persija pada pekan ke-8 Shopee Liga 1 setidaknya menjadi awal Maung Bandung memutus rentetan hasil buruk.

Mengomentari laga di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu 10 Juli 2019, mantan pemain Persib Bandung Yudi Guntara menilai hasil dan penampilan Pangeran Biru tidaklah jelek karena meski tanpa dukungan langsung bobotoh, mereka bisa menahan imbang Macan Kemayoran 1-1.

“Boleh dikatakan, Persib lumayan dari segi permainan, tetapi kekompakan tim per lini masih belum bertemu, belum ada. Mungkin karena ada rotasi pemain seperti Esteban Vizcarra dan Gian Zola yang masuk menjadi starter untuk pertama kalinya,” tutur Yudi Guntara seusai laga.

Dia mengatakan, saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pertandingan sebelumnya, Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts juga melakukan rotasi dengan memasukkan Saepuloh Maulana sebagai tandem Bojan Malisic.

PEMAIN Persija Rohit Chand berebut bola dengan pemain Persib Bandung Gian Zola pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA

Selain itu, Muhammad Natshir Fadhl Mahbuby kembali dipercaya tampil mengawal gawang Persib dan Artur Gevorkyan masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-83. Diduga, seringnya rotasi pemain membuat kekompakan tim di setiap lini masih belum terlihat.

“Waktu zamannya Mario Gomez, tidak banyak rotasi, misalnya di posisi gelandang serang ada Jonathan Bauman dan Oh In-Kyun, lalu ada Ghozali, Febri, dan Ezechiel. Atau segitiga antara Febri, Bauman, dan Supardi di kanan,” katanya.

“Di sana Ghozali, Oh In-Kyun, dan Ezechiel atau Bauman menjadi mata rantai dan tidak terputus. Kalau tadi melihat permainan (melawan Persija) justru sering kehilangan bola dan umpan sering mengarah langsung ke Ezechiel. Persib Bandung jarang memainkan gelandang kombinasi Hariono-Gian Zola atau Supardi-Gian Zola di kanan,” ujarnya.

Pertahankan skuat 2018

Yudi Guntara mengatakan, ke depannya Persib Bandung harus memperlihatkan peningkatan kekompakan antarlini.

“Idealnya skuad Persib Bandung tahun 2018 ini masih ada sekitar 80 persen. Coba maksimalkan itu dulu, misalnya Ghozali Siregar dan Febri Hariyadi. Febri Hariyadi, Ghozali SIregar, dan Ezechiel N’Douassel itu sudah bagus pada 2018. Sudah ada ikatan emosi, tinggal bagaimana Robert Rene Alberts memberi masukan kepada Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan karena dua pemain asing itu bisa mengangkat performa tim karena mereka memiliki kelebihan,” ujanya.

Performa Esteban Vizcarra

Menurut Yudi Guntara, penampilan pertama Esteban Vizcarra harus diperhatikan karena pemain yang baru saja menjalani pemulihan usai operasi itu masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.

“Kalau Vizcarra ingin dimainkan, bisa sebagai pemain pengganti dulu, sehingga bisa (berkembang secara) bertahap. Saat melawan Persija, Esteban Viscarra masih banyak kehilangan bola. Setelah mencetak gol, Persib Bandung bisa mencetak gol lagi karena Persija sudah lengah dan itu tidak terjadi karena tidak ada lagi pemain yang cepat,” tutur Yudi Guntara.***

Bagikan: