Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.2 ° C

Indra Thohir Sudah Ingatkan, Emosi Ezechiel N'Douassel Bisa Rugikan Persib Bandung

Abdul Muhaemin
PEMAIN Persib Ezechiel N'Doaussel berebut bola dengan pemain Persipura dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu 18 Mei 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Ezechiel N'Doaussel berebut bola dengan pemain Persipura dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu 18 Mei 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Sisi emosional seorang pemain sepak bola tidak bisa ditebak. Emosi mereka terkadang meledak-ledak dan ekspresif dengan melakukan protes berlebihan kepada wasit hingga mencederai lawan. Namun, tidak sedikit pula pemain yang bisa meredam emosi dan lebih fokus pada permainan.

Penyerang andalan Persib Bandung Ezechiel N’Douassel mungkin masuk dalam kategori pemain yang ekspresif dan emosinya tidak terbendung. Hal itu terbukti dengan tiga kartu kuning yang didapatkannya dari tiga laga yang telah dilewati Persib Bandung di Liga 1 musim 2019.

Ketiga kartu kuning yang didapat Ezechiel N’Douassel sebenarnya bukan berasal dari pelanggaran-pelanggaran keras. Namun akibat aksi tidak penting ketika dia tidak bisa mengontrol emosi di lapangan. Ezechiel N’Douassel diganjar kartu kuning akibat melakukan protes-protes keras kepada pengadil.

Ezechiel N’Douassel hingga saat ini sama sekali belum mencetak gol bagi Persib Bandung. Bisa jadi, emosi yang meladak-ledak menjadi salah satu penyebabnya.

Mantan pemain Persib Bandung Yudi Guntara memberikan kiat agar pemain bisa meredam emosi di lapangan. Menurut dia, harus ada sinergi dan komunikasi yang intens antara pemain yang emosional dengan pelatih serta rekan-rekannya.

PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel bersitegang dengan  pemain Borneo FC Jan Lammers pada pertandingan babak 8 Besar Piala Indonesia 2019 Leg 1  di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu 24 April 2019. Dalam laga tersebut, Maung Bandung takluk dengan skor 1-2.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Ketika di lapangan, para pemain lain bisa menghampiri sang pemain yang emosional untuk menahannya. Peran kapten tim, kata Yudi Guntara, sangatlah penting.

Kapten harus bisa meredam emosi pemain. Selain itu, pelatih juga punya andil besar dalam meredam emosi. Pelatih bisa melakukan komunikasi personal dan memberikan arahan.

“Dari beberapa orang (pemain) bisa menyampaikan dan menahan, juga mendekati secara personal bisa jadi solusinya. Seorang pelatih juga bisa meredam emosi seorang pemain di lapangan, atau melakukan komunikasi di luar lapangan. Salah satunya dengan melakukan pendekatan secara pribadi, kemudian kapten juga menyampaikan di lapangan,” tutur Yudi Guntara, Jumat 21 Juni 2019.

Hal yang diutarakan Yudi Guntara tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan mantan pelatih Persib Bandung Indra Thohir dalam acara peluncuran tim musim ini.

Saat itu, Pikiran Rakyat berkesempatan mewawancarai pelatih yang mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia pertama musim 1995 bagi klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Indra Thohir mewanti-wanti kepada seluruh jajaran pelatih terutama Robert Rene Alberts agar bisa meredakan emosi striker asing Persib Bandung. Indra Thohir menilai, Ezechiel N’Douassel temperamenal dan harus bisa diredakan.

“Ada (pemain) asing temperamental, coba tolong diredakan. Karena seorang pemain depan itu pasti dijaga. Sepertinya, dia tidak rela dijaga-jaga. Pemain yang berbahaya pasti dijaga,” katanya.

Kemauan pemain

Selain menganggap pentingnya peranan pemain lain terutama kapten tim dan pelatih dalam meredakan emosi. Yudi Guntara tetap menegaskan bahwa tekad menahan emosi di lapangan haruslah datang dari sang pemain.

“Pemain itu harus punya keinginan mengubah sikap-sikap emosional sehingga tidak merugikan tim. Karena Ezechiel N’Douassel menjadi tumpuan tim, sangat disayangkan jika dia absen karena ulahnya sendiri yang tidak penting,” ujarnya.

Yudi Guntara mengatakan, sikap emosional Ezechiel N’Douassel akan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan solusinya oleh Robert Rene Alberts. Sang pemain merupakan juru gedor yang memiliki kualitas tinggi di sepak bola Indonesia saat ini. Hal tersebut telah diakui oleh banyak pemain bertahan.

“Kita tahu pemain belakang Liga 1 mengakui bahwa Ezechiel N’Douassel striker yang daya juangnya tinggi dan ditakuti lawan. Berarti dia punya kemampuan, tapi dia juga punya kekurangan, emosinya dia gampang tersulut. Sehingga, pemain belakang lawan selalu berusaha memancing emosi dia dan sejauh ini berhasil,” ujarnya.***

Bagikan: