Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Persib vs Madura United Dipastikan Tetap Digelar Sesuai Jadwal, 23 Juni 2019

Handri Handriansyah
SKUAD Persib Bandung saat menjalani sesi latihan pagi di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin, 17 Juni 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SKUAD Persib Bandung saat menjalani sesi latihan pagi di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin, 17 Juni 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

SOREANG, (PR).- Kepolisian Resor Bandung memastikan laga Persib vs Madura United di ajang Liga 1 2019 tetap digelar sesuai jadwal pada 23 Juni 2019. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan seusai rapat koordinasi bersama panpel Persib di Mapolres Bandung, Senin, 17 Juni 2019.

Indra mengatakan, secara prinsip pihaknya sudah mengizinkan pertandingan Persib vs Madura United digelar Minggu, 23 Juni 2019. "Tadi sudah dibahas, sudah diberi izin tanggal 23," ujarnya.

Hal itu menepis keraguan terkait jadwal yang sebelumnya terancam diundur tersebut. Seperti diketahui kemungkinan pengunduran jadwal disebabkan oleh gelaran sidang Mahkamah Konstitusi pada 24 Juni 2019 di Jakarta.

Indra menambahkan, laga Persib vs Madura United maupun Persib vs Tira Persikabo yang digelar lebih dulu, akan diamankan oleh sekitar 2.388 personel. Mereka ditempatkan di 4 ring pengamanan.

"Ring pertama di jalur luar, ring kedua di areal parkir, ring ketiga di pintu masuk dan ring 4 di dalam stadion. Untuk flare dab kembang api kami juga sudah antisipasi," kata Indra.

Masalah tiket online

Meskipun demikian, Indra menggarisbawahi evaluasi dari laga Persib di Stadion Si Jalak Harupat sebelumnya. Terutama masalah tiket online dan sistem barcode.

Menurut Indra, bobotoh masih hanyak yang belum terbiasa dengan sistem online. Selain itu ada beberapa mesin barcode yang harus diperbaiki.

Indra menegaskan, kali ini pedagang asongan sama sekali dilarang masuk ke dalam stadion. Hal itu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena mereka masih sering berjualan minuman berkemasan botol.

Sementara itu Panpel Persib Budi Bram mengatakan, penerapan sistem tiket online bertujuan untuk terus menekan praktik percaloan. Ia mengakui bahwa selama ini calo masih banyak ditemui bobotoh di lapangan.

"Sedikit demi sedikit sistem kita sempurnakan untuk menekan calo. Nanti tidak lagi pakai tiket gelang, tetapi akan murni online dengan sistem elekronik," tutur Budi.

Terkait jumlah tiket, Budi menegaskan kembali bahwa pihaknya membatasi sampau 24.000 lembar. Jumlah itu sesuai kapasitas Stadion Si Jalak Harupat.***

Bagikan: