Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Diperkuat Fabiano Beltrame, Pertahanan Persib B Dinilai Masih Keropos

Abdul Muhaemin
BEK naturalisasi yang dipinjamkan dari tim utama Persib Bandung Fabiano Beltrame tengah berlatih bersama tim Persib B di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin, 10 Juni 2019. Tim satelit yang dihuni pemain muda dan senior itu akan berlaga di Liga 2.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
BEK naturalisasi yang dipinjamkan dari tim utama Persib Bandung Fabiano Beltrame tengah berlatih bersama tim Persib B di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin, 10 Juni 2019. Tim satelit yang dihuni pemain muda dan senior itu akan berlaga di Liga 2.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PELATIH Blitar United atau Persib B, Liestiadi menilai lini pertahanan tim satelit Persib Bandung tersebut masih membutuhkan perbaikan. Hal itu dia katakan usai tim yang dia latih dikalahkan oleh tim utama Persib Bandung arahan Robert Rene Alberts dengan skor cukup telak 4-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis 13 Juni 2019.

Dalam laga uji coba antara kedua tim, Persib B sebenarnya telah diperkuat oleh bek tangguh berdarah Brazil Fabiano Beltrame yang dipinjamkan dari tim utama karena proses naturalisasinya belum rampung. Namun kehadiran sang pemain dengan kemampuan ciamik di lini pertahanan tidak mampu membendung perlawanan Supardidan kawan-kawan.

Fabiano Beltrame memang menjadi pemain yang menonjol dalam laga uji coba tersebut. Dia terlihat memiliki kelas dan level yang berbeda dari pemain-pemain lain di tim Persib B. Pasalnya, komposisi pemain Persib B merupakan para pemain yang tengah diseleksi oleh pelatih Liestiadi. Ketangguhan Fabiano di lini belakang tidak bisa diimbangi oleh pemain bertahan lain.

Meski menyoroti lini pertahanan yang masih keropos, Liestiadi mengungkapkan bahwa lini penyerangan dengan kehadiran Saktiawan Sinaga yang mencetak satu gol serta mantan pemain Persib yaitu Tantan memberikan efek positif kepada tim. Fase transisi dari bertahan ke menyerang juga telah dengan baik dilakukan oleh anak asuhnya.

“Hanya pertahanan saja, kami tadi evaluasi hanya pertahanan. Untuk penyerang, transisi, saya mau lihat improvisasi mereka dalam permainan. Karena ini sifatnya seleksi saya tidak bisa seperti remote control, saya mau lihat improvisasi, pengetahuan mereka, visi bermain mereka. Jadi kami bisa melihat lebih objektif, karena sasaran kami adalah tanggal 23 saat melawan Cilacap,” katanya.

Sementara itu disinggung mengenai kekalahan yang didapatkan oleh tim yang dia latih, Liestiadi mengatakan hal tersebut merupakan dampak dari belum siapnya para pemain. Kondisi kebugaran fisik pemain yang belum naik lantaran belum lama menjalani latihan membuat timnya kedororan. Namun lantaran pelatih Robert Alberts membutuhkan lawan tanding dalam masa persiapan menghadapi Tira Persikabo, Persib B bersedia sembari melakukan tahap seleksi pemain.

“Terus terang saja saya tidak ada niat untuk uji coba hari ini, karena saya diminta untuk membantu persiapan Persib A, karena hasil diskusi dengan Coach Robert untuk mempersiapkan menghadapi PS Tira. Maka kami tetap dukung mereka walaupun secara kondisi fisik anak-anak belum siap. Apalagi yang dilawan adalah tim senior,” ujarnya.***

Bagikan: