Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian cerah, 17.8 ° C

Pelatih Persib Robert Rene Alberts dan Ikatan yang Terjalin Sejak 1930-an dengan Kota Bandung

Irfan Subhan
ROBERT Rene Alberts/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
ROBERT Rene Alberts/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

ACARA peluncuran tim Persib Bandung untuk Liga 1 2019 yang diadakan di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Sabtu 11 Mei 2019, kembali meng­ungkap nostalgia bagi Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts.

Hotel yang pernah digunakan sebagai tempat menginap para tamu delegasi dari berbagai negara pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955 ini ternyata menyimpan banyak kenang­an untuk pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Di hotel yang terletak di pusat Kota Bandung inilah, dulu keluarga besarnya pernah menetap pada tahun 1930-an. Saat itu kakek dan neneknya pernah tinggal di Bandung dan memi­lih tinggal di hotel ini.

Sebelum dan sesudah acara pelun­curan, Robert Rene Alberts menyempatkan berkeliling melihat-lihat setiap sudut ruangan yang ada di hotel ini. Bahkan, dia sempat me­ngunggah foto di akun Instagram miliknya dan bercerita me­ngenai kisah keluarganya saat tinggal di Hotel Savoy Homann.

”Ini sangat kebetulan karena acara peluncuran tim Persib dilakukan di Hotel Homann. Dulu kakek dan ayah saya pernah tinggal di hotel ini ketika hotel ini baru dibangun sekitar tahun 1930-an. Ini membangkitkan kenangan saya, karena dulu ayah saya selalu bercerita tentang hotel ini,” tutur pelatih asal Belanda tersebut seusai acara peluncuran Persib Bandung.

PELATIH Persib Bandung Robert Rene Alberts/ANTARA

”Saya senang peluncuran Persib dilakukan di tempat ini, karena banyak menyimpan kenangan untuk keluarga saya. Dulu kakek saya sempat bermain musik di sini dan meng­ajak ayah saya untuk tinggal,” ujarnya.

Bahkan, seusai acara peluncuran tim, Robert Rene Alberts menyempatkan untuk memesan beberapa menu hidangan khas Belanda. Namun, dia merasa agak sedih karena beberapa menu yang dia ingin coba tidak tersedia. ”Tak apa-apa tidak ada. Tadi, saya mencoba untuk memesan menu makanan yang lain saja,” ucapnya sembari tersenyum.

Kota Bandung memang banyak menyimpan kenangan untuk keluarga Robert Rene Alberts, karena mereka sempat cukup lama tinggal di Indonesia dan menetap di beberapa kota sebelum akhirnya pulang kembali ke Belanda.

Mendapat tugas berat

Kini setelah ditunjuk sebagai Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengemban tugas cukup berat. Hal itu karena dalam waktu yang terbilang sempit, dia harus semakin mempererat kebersamaan dan kerja sama tim, demi meraih hasil yang lebih baik di Liga 1 musim ini.

”Bagi saya ini adalah suatu perkembangan, karena saya tahu Persib adalah klub yang bagus dan memiliki manajemen profesional serta pendukungnya yang sangat setia. Tim ini adalah salah satu tim terbesar di Asia dan saya ingin b­ekerja keras untuk Persib,” katanya.

Mengenai targetnya bersama Persib Bandung, seperti halnya tim-tim lain di Indonesia, sudah bukan menjadi rahasia jika semua tim ingin menjadi juara. Liga di Indonesia sangat berbeda dibanding­kan dengan kompetisi di negara lain.

Akan tetapi, Robert Rene Alberts bertekad bisa membawa Persib meraih hasil yang lebih baik dibandingkan musim lalu.

”Persib di musim lalu seharunya bisa jadi juara, karena penampilan bagus tetapi gagal. Kita harus ingat musim lalu sudah berjalan bagus, tetapi musim ini harus lebih baik. Otomatis saya ingin membawa Persib juara dan itulah target saya, membawa Persib lebih baik dari musim lalu dan kalau ada kesempatan bisa menjadi juara di musim ini. Jadi kalau ditanya saya ­ingin bawa tim Persib juara, bukan untuk satu musim saja, tetapi musim-musim selanjutnya bisa selalu menjadi juara,” ucapnya.***

Bagikan: