Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Sebagian berawan, 17.6 ° C

Peta Jawa Barat Ada di Jersey Persib

Abdul Muhaemin
PELUNCURAN tim Persib Bandung 2019/ABDUL MUHAEMIN/PR
PELUNCURAN tim Persib Bandung 2019/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).-  Tahun ini Persib Bandung tetap menggunakan warna biru sebagai jersey kandang, namun dengan corak khas Jawa Barat. Kerah kuning memberi kesan lebih cerah untuk jersey tersebut.

Untuk jersey tandang juga tidak jauh berbeda dalam pemilihan warna dengan tahun sebelumnya, yaitu warna putih. Sementara di jersey ketiga, tampilan elegan dan mewah terpampang dengan pemilihan warna hitam.

Menyinggung mengenai pemaknaan jersey Persib Bandung yang baru diluncurkan, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono menuturkan bahwa di jersey yang akan dikenakan pemain terdapat corak yang menggambarkan peta Provinsi Jawa Barat. Pemilihan ini merupakan sebagai identitas penting bahwa Persib merupakan kebanggaan dan rasa cinta bagi masyarakat Jawa Barat.

“Tadi dijelaskan ada unsur Jawa Barat, makanya ada peta Jawa Barat. Jadi kita menggali unsur-unsur dari Jawa Barat,” tutur Teddy usai peluncuran tim, di Hotel Savoy Homan, Jalan Asiia Afrika, Kota Bandung pada Sabtu 11 Mei 2019.

Sementara itu terkait banyaknya kritikan serta komentar terkait banyaknya sponsor yang tercantum di jersey Persib Bandung dan lebih mirip baju pembalap, Teddy tidak memungkiri bahwa terlalu banyak tulisan sponsor sedikit mengganggu estetika dan keindahan dari jersey Persib Bandung.

Namun apa mau dikata, kata Teddy, akan menyulitkan juga jika Persib Bandung hanya menggunakan satu sponsor dalam mengarungi kompetisi.

“Ya, itu kan yang mungkin situasi yang harus kita maklumi karena sebenarnya kita kalau bisa membiayai klub dengan satu sponsor kita dengan senang hati karena secara estetika jerseynya jadi lebih bagus. Cuma kan kenyataan tidak mungkin. Nah itu yang harus kita pikirkan bagaimana caranya bisa mengelola klub supaya lancar aman,” katanya.

Sanksi tidak berpengaruh

Pada musim 2018 yang lalu Persib Bandung diterpa beragam sanksi dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) lantaran adanya kasus pengeroyokan supporter Persija Jakarta yang harus meregang nyawa. Salah satu sanksi yang diberikan adalah larangan bobotoh mendukung Persib Bandung hingga akhir musim.

Kendati sanksi yang diberikan kepada Persib Bandung terbilang berat dan merugikan secara finansial, nyatanya Teddy mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak berpengaruh pada minat sponsor untuk tetap bermitra dengan Persib. Hal ini juga tidak terlepas dari peran manajemen yang tetap meyakinkan sponsor bahwa Persib tidak akan kering dukungan dari bobotoh.

“Gak gini, soalnya kan perlu kita ketahui bahwa di Indonesia untuk membiayai operasional klub paling besar dari penghasilan sponsor. Nah, karena  dengan dasar itu makanya kita sih bekerja keras untuk mendapatkan sponsor karena kita ingin kondisi Persib itu baik, gaji tidak telat, terus kemudian kita punya Diklat Persib juga, kita harus membiayai U-16, U-17, U-18, U-20 plus nanti ada Maung Anom, nanti diminta ada sepak bola wanita. Ini kan kita harus pastikan bahwa secara operasional kita mampu untuk melakukan semua itu. Jadi ddengan  dasar itu kita harus kerja keras untuk mendapatkan sponsor,” tuturnya.***

Bagikan: