Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Tiga Hal yang Bisa Terjadi Saat Mario Gomez Reuni dengan Persib Bandung di Piala Indonesia

Okky Ardiansyah
ROBERTO Carlos Mario Gomez/DOK. PR
ROBERTO Carlos Mario Gomez/DOK. PR

MESKI gagal menorehkan prestasi juara, Roberto Carlos Mario Gomez mempunyai tempat khusus di hati bobotoh Persib Bandung karena dedikasinya pada musim 2018.

Di bawah asuhan Mario Gomes, Persib Bandung tampil memukau. Sempat berpredikat tim pesakitan pada awal musim karena gagal merekrut pemain bintang, Persib Bandung malah tampil apik.

Status juara paruh musim menjadi bukti sahih. Tak cuma itu, kegagalan Mario Gomez mempertahankan posisi di puncak klasemen Liga 1 diduga karena Persib Bandung terindikasi “dikerjai” setelah dijatuhi 9 hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI.

Hukuman itu ditujukan kepada semua elemen Persib Bandung mulai dari pemain, suporter, sampai panitia pelaksana pertandingan. Salah satunya sanksinya adalah Maung Bandung dilarang menggelar laga kandang di Jawa.

Akibatnya, posisi Persib Bandung di papan klasemen anjlok. Grafik performa tim menurun dan membuat Persib Bandung finis di peringkat keempat klasemen akhir.

ROBERTO Carlos Mario Gomez/DOK. PR

Tak heran apabila bobotoh merindukan kehadiran Mario Gomez setelah dia resmi menjadi juru taktik Borneo FC untuk episode 2019. Apalagi, Persib Bandung di bawah asuhan Miljan Radovic gagal menuai prestasi di Piala Presiden 2019.

Tak lama setelah diumumkan menjadi pelatih Borneo FC, Mario Gomez akan reuni dengan Persib Bandung. Kepastian itu didapatkan dari hasil undian babak 8 Besar Piala Indonesia.  Persib Bandung akan bertemu Borneo FC.

Laga tersebut bisa menjadi ajang pembuktian Mario Gomez kepada PT Persib Bandung Bermartabat bahwa mereka telah salah mendepaknya. Jika Mario Gomez sukses, hasrat bobotoh agar pelatih asal Argentina itu kembali kian besar.

Mario Gomez dan titik lemah Maung Bandung

Mario Gomez punya keuntugan dari laga Persib melawan Borneo FC karena dia tahu kualitas beberapa pemain kunci Persib Bandung. Sebut saja Ezechiel N’Douassel, Bojan Malisic, dan Ardi Idrus yang masih jadi andalan.

Dengan begitu, Mario Gomez tahu apa yang mesti dia lakukan untuk membatasi pergerakan pemain kunci plus titik lemah Persib Bandung. Situasi seperti itu tentu menguntungkan Borneo FC.

Contohnya, kekalahan 1-2 Persib Bandung dari PS Tira-Persikabo dalam laga perdana grup A Piala Presiden 2019. Usai pertandingan, asisten pelatih PS Tira-Persikabo Miftahudin mengatakan bahwa titik lemah Persib Bandung adalah Indra Mustafa.

MARIO Gomez dan Fernando Soler.*/DOK. PR

Kala itu, Miftahudin mengatakan bahwa ia tahu karakter Indra Mustafa karena pernah setahun bekerja sama manakala menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-19. Maka, ia menginstruksikan anak asuhnya untuk mengeksploitasi pos yang di tempati Indra Mustafa.

“Saya tahu persis kualitas Indra Mustafa. Hampir setahun saya di Timnas U-19. Saya beritahu pemain saya, di situlah (pos Indra Mustafa) celah yang bisa dimanfaatkan dan itu bisa dijalankan pemain kami,” ucap Miftahudin saat itu.

Pengalaman Miftahudi tersebut saja bisa diterapkan Mario Gomes, yakni menemukan titik lemah mantan anak asuhnya dan mengeksploitasi titik lemah itu.

Membaca taktik Borneo FC

Mario Gomez juga mesti waspada. Mantan pemain yang pernah ia nakhodai tahu betul strategi dan taktik yang kerap ia terapkan di lapangan, baik aliran bolanya atau cara dia menuntaskan serangan.

Oleh karena itu, Miljan Radovic mesti bertanya kepada pemain Persib Bandung musim lalu soal bagaimana Mario Gomez memimpin tim. Hal tersebut memang bukan jaminan bagi Miljan Radovic untuk menekuk Borneo FC, tetapi informasi dari pemain bisa menjadi gambaran.

Sarat Emosi

Nostalgia akan selalu berkaitan dengan sisi emosional. Mario Gomez memang tak punya prestasi kala mengarsiteki Persib Bandung, tetapi ia selalu dikenang sebagai pelatih oke oleh bobotoh.

Teriakan “Mario Gomez” bisa saja berdentum ketika kelak Persib Bandung menelan pil pahit di kandang. Selain itu, sikap Mario Gomez bisa saja menumbuhkan rasa cinta dan hormat dari bobotoh. Eks pelatih Johor Darul Takzim itu tentu bakal mengingat torehan ataupun dukungan yang pernah ia dapatkan dari bobotoh.

Atensi dalam laga Persib Bandung vs Borneo FC tak hanya tertuju pada papan skor, tetapi juga bagaimana bobotoh menyambut kembali Mario Gomez maupun sebaliknya,  melihat bagaimana Mario Gomez menyapa bobotoh dan para pemainnya dulu.***

Bagikan: