Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian berawan, 17.4 ° C

Manajer Persib Kembali Meradang, PSSI Dinilai Terlalu Seenaknya

Abdul Muhaemin
UMUH Muchtar/DOK. PR
UMUH Muchtar/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar merasa heran dengan jadwal kompetisi Liga 1 musim 2019 yang telah dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sebagai induk organisasi, dikatakan Umuh Muchtar, seharusnya menyelesaikan masalah yang tengah hinggap di PSSI saat ini.

Masalah yang disinggung oleh pria yang akrab disapa Wa Haji itu adalah terkait kekosongan jabatan Ketua PSSI usai Joko Driyono dijebloskan ke penjara karena tersandung kasus pengaturan skor. Bahkan tidak lama setelah Joko Driyono, Gusti Randa yang merupakan Exco PSSI dinyatakan sebagai pengganti Joko Driyono sebagai pelaksana tugas. Hal ini juga sempat membuat gaduh dan menimbulkan polemik.

Penunjukan Gusti Randa menurut Umuh Muchtar telah melanggar statuta dan aturan yang berlaku. Pasalnya yang menjadi ketua PSSI seharusnya bukanlah Gusti Randa melainkan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua PSSI.

Dengan sekelumit masalah yang dihadapi, Umuh mengharapkan agar PSSI menyelesaikan semua permasalahan satu per satu. Sebelum jadwal dirilis oleh PT LIB, klub-klub yang berlaga baiknya diajak terlebih dahulu untuk berkumpul dan mendiskusikan apakah menjalankan Liga 1 atau mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) dulu.

“Iya makannya ini dari mana, tidak pakai aturan,setuju engga semua klub? Setuju engga Liga ini dimulai? gitu dong. Ini juga yang mengatakan bukan sebagai yang mewakili tidak sesuai statuta. Jadi tetep harus kumpul dulu diundang dulu dan setuju, jadi jangan seenaknya. Jadi kalo sudah kumpul semua disitu ditanya, apa mau KLB atau Liga dulu, gitu kan,” ujar Umuh Muchtar di Kota Bandung, Selasa 9 April 2019.

Umuh menilai bahwa PSSI terlalu memaksakan kehendaknya sendiri, padahal terdapat hak-hak dari voter atau klub yang berkompetisi untuk memberikan suara. Hal inilah yang membuat sang menajer meradang dan kembali memberikan kritik tajam kepada PSSI.

“Sebelum ada KLB pun juga seharusnya diundang dulu voter voter yaitu klub, 18 klub yang tanding di Liga 1, diundang dulu dan bikin persetujuan. Kemarin sempat dari Persipura telepon saya, menanyakan mengapa begini, saya bilang saya engga mengerti, saya minta kumpul dulu semua klub agar adil dan benar, jangan paksakan kehendak,” katanya.***

Bagikan: