Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Jawaban Manajemen Persib Tak Jelas Soal Keterlibatannya dalam Skandal Pengaturan Skor

Abdul Muhaemin
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang dibentuk Kepolisian Republik Indonesia pada 21 Desember 2018 telah membongkar kasus pengaturan skor beserta dalang-dalangnya.

Mencutanya kasus pengaturan skor di jagat sepak bola Indonesia terjadi pada akhir kompetisi musim 2018. Banyak klub yang berkompetisi ditenggarai melakukan hal kotor itu.

Setelah memeriksa, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan 16 tersangka hingga saat ini. Tersangka yang ditetapkan berasal dari berbagai latar belakakang, ada yang menjadi pengurus klub, wasit, hingga anggota PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang seharusnya memberantas pengaturan skor.

Pada Kamis 21 Februari 2019, Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola Krishna Murti mengatakan bahwa pengaturan skor bukan hanya melibatkan klub di Liga 2 dan Liga 3.

Di Liga 1, tidak dimungkiri banyak yang melakuka pengaturan skor. Namun, Krishna Murti menuturkan bahwa pada musim 2018 ada tiga klub yang bersih dari kasus ini yaitu Persib Bandung, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura.

UNGGAHAN Krishna Murti tentang praktik pengaturan skor/INSTAGRAM KRISHNA MURTI

Krishna Murti mengatakan bahwa Persib Bandung hanya bersih dari praktik kotor pada 2018 saja. Sementara untuk musim-musim sebelumnya, dia tidak menjamin Persib bermain bersih. Hal itu diungkapkan Krishna Murti usai melakukan pemeriksaan terhadap wasit-wasit di sepak bola Indonesia.

Dalam acara bertajuk Membangun Masa Depan Sepak Bola Indonesia Bersama Satgas Anti Mafia Bola di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Maret 2019, salah satu pembicara yaitu pengamat sepak bola Tommy Welly mengatakan bahwa sebelum Satgas dibentuk, semua petinggi klub sepak bola datang ke rumah dinas Kapolri.

PESERTA FGD bersama Satgas Anti Mafia Bola di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 28 Maret 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

Mereka mengaku pernah melakukan praktik kotor dalam persepakbolaan dan melaksanakan “tobat berjamaah”. Pernyataan Tommy Welly itu dibenarkan Hendro Pandowo tetapi dia tidak menyebut perwakilan klub apa saja yang kala itu datang.

Persib beri jawaban menggantung

Terkait apakah Persib Bandung pernah terlibat dalam pengaturan skor, manajemen Persib memberikan jawaban menggantung.

Dalam acara tersebut, Komisaris PT. Persib Bandung Bermartabat Kuswara S Taryono, ketika ditanyai soal itu, tidak mengungkapkan hal yang mempertegas apakah Persib melakukan pratik kotor sepak bola pada musim-musim kompetisi sebelum 2018.

Kuswara S Taryono hanya mengungkapkan bahwa Persib Bandung menjadi salah satu tim yang ingin berada terus di jalur dan koridor yang benar.

Hal itu Persib Bandung wujudkan dengan memberikan ancaman berupa sanksi kepada pelatih hingga pemain agar tidak terlibat dalam pengaturan skor. Ancaman sanksi itu telah dituangkan dalam kontrak.

Saat ditanya, Kuswara S Taryono menjawab, “Persib termasuk, yang bisa dikatakan, kami ingin di jalur koridor yang benar. Intinya, Persib termasuk (klub yang inign) agar semua berjalan seperti ketentuan. Salah satu contoh, di kontrak pemain ada klausul bahwa pemain, pelatih, dan asisten tidak melakukan hal-hal yang sifatnya melanggar. Ada sanksinya. Yang paling penting, kami ingin semua sesuai berjalan dengan prosedur hukum.”

Kuswara S Taryono mengatakan bahwa Persib Bandung mendapatkan banyak kerugian selama kompetisi berjalan.

Kendati, Kuswara S Taryono menegaskan bahwa Persib Bandung hanya ingin fokus menghadapi tantangan di depan sembari mengharapkan agar sepak bola Indonesia lebih bagus dan profesional.

“Karena terus terang, Persib juga banyak dirugikan selama kompetisi yang sudah berjalan, tapi kita fokus ke depan, kita berharap liga Indonesia betul-betul jauh lebih bagus dari semua sudut,” kata dia.***

Bagikan: