Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Tagar #LopicicOut Bukan Soal Usia namun Kemampuan

Abdul Muhaemin
Srdan Lopicic/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Srdan Lopicic/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Keputusan manajemen Persib Bandung untuk merekrut Srdan Lopicic pada bulan Januari 2019 yang lalu memang sempat menjadi buah bibir. Bobotoh yang telah menaruh ekspektasi tinggi terkait tambahan pemain asing di tim Persib Bandung seolah dibuat kecewa dengan pilihan untuk mendatangkan pemain yang satu negara dengan sang juru taktik Persib Bandung Miljan Radovic, keduanya berasal dari Montenegro.

Lantaran kecewa dengan rekrutan teranyar, bobotoh langsung melancarkan protes dan beragam penolakan. Bahkan gaung penolakan serta protes terhadap perekrutan Srdan Lopicic merambah hingga media sosial. Di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan Twitter, bobotoh melayangkan protes dengan tagar #Lopicicout yang sempat menjadi trending dan menjadi perhatian di sepak bola nasional.

Penolakan serta protes yang dilayangkan bobotoh kepada manajemen kala itu didasari oleh berbagai hal. Faktor usia menjadi salah satu hal yang paling dipermasalahkan oleh bobotoh. Lantaran sang pemain saat ini telah berusia 35 tahun dan sudah barang tentu bukan usia produktif dalam dunia si kulit bundar.

Faktor lainnya adalah rekam jejak Srdan Lopicic yang tidak memuaskan di klub-klub sebelumnya dan setiap musim selalu berganti-ganti klub. Sebelum bergabung dengan Persib, Srdan Lopicic juga merupakan pemain buangan dari klub asal Kalimantan yaitu Borneo Fc. Dia juga sempat berseragam Arema Fc, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, dan Persiba Balikpapan.

Selain itu hal yang cukup disayangkan oleh bobotoh adalah mengenai banyaknya rumor pemain hebat dan kelas dunia yang ingin didatangkan oleh manajemen. Mantan pemain Real Madrid dan Timnas Belanda yaitu Wesley Sneijder sempat ramai diperbincangkan didekati oleh Persib Bandung. Banyaknya berita-berita tentang transfer Wesley Sneijder membuat bobotoh menaruh ekspektasi tinggi sehingga ketika yang didatangkan adalah Srdan Lopicic, bobotoh langsung menentangnya.

Sambutan bobotoh yang jauh berbeda justru ditunjukkan belum lama ini, yaitu kala Persib Bandung secara resmi memperkenalkan Fabiano Beltrame. Pemain berdarah Brazil dan tidak lama lagi akan menyandang status Warga Negara Indonesia itu mendapatkan sambutan hangat dari para supporter Persib Bandung.

Pada saat acara perkenalannya di Graha Persib, Kota Bandung Sabtu 23 Maret 2019, dia mengatakan bahwa ada sekitar 20.000 bobotoh yang menyerbunya di Instagram. Banyak bobotoh yang menanyakan apakah benar dia akan bergabung dengan Persib Bandung atau tidak, dan tidak sedikit pula yang menanyakan kapan dia akan ke Bandung.
 

FABIANO Beltrame resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persib di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu 23 Maret 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

Saking banyaknya bobotoh yang menyerbunya di Instagram, Fabiano tidak bisa membalas satu persatu, hingga banyak bobotoh yang kesal dan marah lantaran pertanyaan serta pesannya tidak dibalas. Hal ini tentu sangat kentara dengan sambutan yang ditunjukkan oleh bobotoh kepada Srdan Lopicic.

Padahal jika bobotoh benar-benar menolak kedatangan Srdan Lopicic lantaran umurnya yang sudah tidak muda lagi, maka Fabiano juga tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan perlakuan yang sama jika yang jadi permasalahan adalah umur. Namun nyatanya hal itu tidak terjadi, Fabiano justru mendapat sanjungan dan dinantikan kehadirannya oleh bobotoh.

Bukan soal usia

Bobotoh asal Rancaekek Arviandi Rahmat Kurniawan menilai perbedaan respon bobotoh kepada Srdan Lopicic dan Fabiano Beltrame tidak melulu soal usia belaka. Menurut dia penolakan Srdan Lopicic lantaran banyak bobotoh yang menilai bahwa sang pemain secara kualitas dan skill individu masih dibawah rata-rata dan tidak memenuhi standar yang dibutuhkan oleh tim Persib Bandung.

Belum lagi rumor yang beredar sebelum kedatangan Srdan Lopicic menjadi salahsatu pemicu munculnya protes dan penolakan. Rumor serta banyak berita yang menyangkut pautkan Persib dengan Wesley Sneidjer membuat bobotoh menaruh ekspektasi dan harapan tinggi kepada manajemen. Sehingga ketika realita yang tersaji justru mendatangkan Srdan Lopicic, gelombang protes disuarakan oleh bobotoh.

“Kedatangan Lopicic diprotes itu bukan hanya soal usia, usia hanya jadi faktor yang ke sekian. Sebenarnya mungkin karena kualitas Lopicic kurang bagus, belum lagi sebelum Lopicic diresmikan rumor yang santer beredar kan Sneidjer. Jadi ada perbedaan antara eksepektasi bobotoh dengan realita yang terjadi di Persib,” tutur Arviandi saat dihubungi Senin, 25 Maret 2019.

Miliki kualitas

Sementara ketika bobotoh menyambut hangat serta memberikan respon yang positif ketika Persib mendatangkan Fabiano Beltrame, Arviandi juga tidak menampik mungkin ada sebagian bobotoh yang menilai umur Fabiano sudah terlampau tua. Bahkan usia Fabiano 1 tahun lebih tua dari Srdan Lopicic yaitu 36 tahun.

Menurut dia jika manajemen berhasil mendatangkan pemain berkualitas dan sudah teruji, maka protes dan penolakan dari bobotoh juga tidak akan ada, kasusnya seperti yang terjadi pada Fabiano. Bobotoh akan mengapresiasi manajemen dan memberikan dukungan jika pemain yang didatangkan memang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

“Kenapa pas Fabiano diresmikan sambutannya tinggi? Ya tadi, kalo manajemen bisa mendatangkan pemain bagus bobotoh juga tidak akan memberikan reaksi yang negatif, tapi mungkin ada saja bobotoh yang nilai Fabiano juga sudah tua seperti Lopicic,” ujarnya.

Alasan lain kenapa bobotoh memberikan sambutan yang luar biasa kepada Fabiano, diakui Arviandi bahwa posisi sang pemain yaitu Center Back akan semakin memperkokoh lini belakang Maung Bandung. Dengan skill dan kemampuan yang dimiliki, Fabiano bisa menggantikan posisi yang telah ditinggalkan oleh Victor Igbonefo yang memilih hengkang ke Liga Thailand.

“Tapi karena kualitasnya (Fabiano) bagus terus kebetulan Persib juga butuh penguatan komposisi di lini belakang, makannya sambutan kedatangan Fabiano sama Lopicic bisa beda,” katanya.***

Bagikan: