Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Naturalisasi Fabiano Beltrame, Berjasa untuk Indonesia atau Cuma Kepentingan Persib?

Tim Pikiran Rakyat
FABIANO Beltrame resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persib di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu 23 Maret 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
FABIANO Beltrame resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persib di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu 23 Maret 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Kedatangan Fabiano Beltrame ke Persib Bandung diwarnai pro dan kontra. Bobotoh menyambut baik datangnya pemain berdarah Brasil itu. Namun, tak sendikit yang mengkritik manajemen klub karena umur Fabiano Beltrame yang 36 tahun.

Menurut Bobotoh Persib yang juga Peneliti Hukum di Kementerian Hukum dan HAM Eko Noer Kristiyanto, karakteristik liga di Indonesia berbeda dengan negara lain yang sudah maju dalam persepakbolaan. Level kompetitif dan ketatnya liga Indonesia masih termasuk rendah.

"Misalnya, di negara lain usia 30 sudah tidak terpakai, tapi di Indonesia yang  levelnya di bawah, dia masih bisa bagus. Kalau lihat kelasnya Fabiano Beltrame untuk level Indonesia, walau usia 36, dia bisa bermain bagus satu atau dua tahun lagi," kata Eko, Sabtu 23 Maret 2019.

FABIANO Beltrame resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persib di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu 23 Maret 2019.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

Eko mengatakan, datangnya Fabiano Beltrame ke Persib Bandung dinilai dapat membuat lini pertahanan tim semakin solid. Tinggal lini tengah dan lini serang yang harus dimatangkan lagi.

"Angin segar untuk di belakang. Artinya, pelatih harus tahu skema yang pas, mungkin cuma di tengah dan di depan yang belum klop," ujarnya seperti dilaporkan wartawan Prfmnews Haidar Syahid Rais.

Di sisi lain, Eko menyesalkan fakta bahwa pemain yang didatangkan Persib kebanyakan sudah melewati masa jayanya.

Sama halnya ketika Robertino Pugliara yang pertama kali datang ke Indonesia dan ingin bermain dengan Persib tetapi manajemen klub punya pertimbangan lain. Sehingga, Robertino Pugliara tidak jadi memperkuat Persib pada masa jayanya.

"Kadang-kadang yang saya sesalkan itu, Persib dapat ampasnya saja. Alangkah lebih bagusnya Persib menggunakan jasa dia 4 tahun lalu. Kan ini tidak jadi-jadi. Ini mirip kasusnya Robertino Pugliara. Baru ketika sudah lewat masa jayanya, diambil Persib," ujarnya.

Fabiano Beltrame berjasa untuk negara?

 Selain itu, Eko mengkritik naturalisasi Fabiano Beltrame untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia menilai, dalam proses naturalisasi, ada syarat yang menyebut bahwa seorang calon WNI harus memiliki jasa atau berkontribusi untuk negara.

"Syaratnya naturalisasi jadi WNI itu menikahi orang Indonesia, tinggal selama 5 tahun berturut-turut, atau tinggal selama 10 tahun tidak berturut-turut. Itu cara yang biasa. Ada juga pasal yang menyebutkan cara yang luar biasa. Biasanya dilakukan oleh atlet yaitu dianggap memiliki jasa atau kontribusi buat negara," kata dia.

Menurut Eko, naturalisasi Fabiano Beltrame tidak ada kaitannya dengan kontribusi kepada negara dan kepentingannya hanya untuk klub.

"Saya termasuk orang yang sangat menentang naturalisasi seperti ini. Syaratnya itu ada yang memiliki kontribusi untuk negara. Artinya, minimal Timnas, usia produktif, masih terpakai lama. Naturalisasi Fabiano Beltrame seperti ini kepentingannya bukan untuk negara tapi kepentingan klub," ujarnya.

Bagikan: