Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Pelatih Persib Ingin Ada VAR di Sepak Bola Indonesia

Abdul Muhaemin
PENGGUNAAN Video Assistant Referee/AFP
PENGGUNAAN Video Assistant Referee/AFP

BANDUNG, (PR).- Penggunaan Video Assistant Referee atau VAR dalam dunia sepak bola menuai pro dan kontra saat pertama kali penggunaannya.

Banyak yang menilai, kehadiran VAR mengurangi serta menghilangkan drama yang biasa menjadi bumbu dalam sepak bola. Dengan VAR, wasit bisa menetapkan keputusan dengan melihat tayangan ulang padahal pertandingan masih berjalan.

Meski banyak yang menentang, VAR telah digunakan di berbagai negara serta berbagai ajang di belahan dunia. Liga top Eropa sudah hampir semuanya menggunakan VAR, bahkan di Asia, VAR juga telah digunakan. Ajang bergengsi seperti Liga Champions Eropa hingga ajang Piala Dunia juga telah menggunakan VAR.

Sepak bola Indonesia yang memiliki atmosfer tinggi juga mulai melirik teknologi VAR untuk diterapkan dalam jalannya kompetisi.

Hal itu sudah mulai dilakukan oleh salah satu kompetisi amatir di Kota Bandung dan mendapatkan apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi.

PENGGUNAAN Video Assistant Referee/REUTERS

Bukan hal yang tidak mungkin jika VAR juga digunakan serta diterapkan di kompetisi sepak bola Indonesia. Pelatih Persib Miljan Radovic menilai, dengan adanya VAR, sepak bola Indonesia akan lebih bagus.

“Saya pikir di sini sepak bola Indonesia akan bagus. Saya berharap bisa pakai VAR,” ujar Miljan Radovic seusai memimpin latihan Persib Bandung di lapangan Sabuga, Kota Bandung, Jumat 22 Maret 2019.

Miljan Radovic mengharapkan agar VAR bisa segera digunakan di Indonesia. Dia menganggap bahwa keputusan-keputusan yang diambil pengadil lapangan selama ini banyak yang keliru.

Berkaca pada Persib vs PS Tira Persikabo

Salah satu yang dia sebutkan adalah pertandingan antara Persib vs PS Tira Persikabo dalam Piala Presiden 2019.

Pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Persib itu, Miljan Radovic mengatakan banyak keputusan wasit yang merugikan Persib.

Menurut dia, seharusnya Persib mendapatkan 3-4 tendangan penalti dan memenangi pertandingan.

“Kalau lihat kemarin, kalian menonton berapa gim, (pemain Persib) selalu (dinilai) offside, atau goal line, atau kadang-kadang pemain dipukul. Tapi VAR 100 persen berbeda, di Piala Dunia berbeda. Banyak sekali saya menonton di sini banyak offside tidak bisa atau penalti kemarin kami main lawan PS Tira, ada 3-4 penalti. Kalau ada VAR, kami bisa menang 3-0,” katanya.

Kendati mengharapkan VAR hadir di sepak bola Indonesia, Miljan Radovic tersebut tidak menampik bahwa dia juga sempat bingung dan tidak tahu apakah mendukung VAR atau tidak.

Akan tetapi semenjak dia menjadi pelatih terutama saat menukangi Persib Bandung, dia merasakan banyak kerugian.

“Saya pikir bagus, saya dulu pikir VAR bagus atau tidak bagus ya karena ini sepak bola. Kalau untuk sepak bola bisa bagus, maka kualitas Indonesia juga akan bagus. Kalau tidak (dinyatakan) offside, kami (bisa mencetak) skor gol, saya pikir bisa clear. Wasit bisa kasih offside padahal tidak offside dan wasit bisa lebih bagus ke depannya. VAR membantu wasit, membantu pemain, membantu pelatih dan suporter karena clear, itu 100 persen benar,” ujar Miljan Radovic.***

Bagikan: