Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 19.9 ° C

Manajemen Persib: Tak Ada Pemain yang Didepak

Abdul Muhaemin
Pemain Persib Supardi dan Ezechiel Ndouassel.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Pemain Persib Supardi dan Ezechiel Ndouassel.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Persib Bandung kembali gagal lolos dari fase grup Piala Presiden 2019 usai hanya mampu menempati posisi 3 klasemen sementara. Kegagalan ini sekaligus menyamai torehan Persib Bandung di ajang ini pada tahun 2018 yang lalu.

Padahal pada edisi 2015 Persib Bandung menjadi juara pertama dalam kompetisi ini, lalu pada tahun 2017 Maung Bandung juga berhasil mencapai babak semifinal.

Usai gelaran Piala Presiden 2019, pelatih Miljan Radovic mengaku telah mengetahui pemain mana yang layak untuk terus bermain dan pemain mana yang tidak. Dia menegaskan selama gelaran Piala Presiden kemarin telah melakukan banyak evaluasi tentang pemain-pemain yang siap menjadi bagian tim berjuluk Maung Bandung itu. Sehingga dia tidak menutup kemungkinan jika ada pemain yang akan didepak.

Terkait pernyataan Miljan Radovic tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono mengatakan bahwa hingga saat ini pemain yang ada di Persib Bandung belum ada yang berubah dan belum ada yang dikeluarkan. Jika nantinya ada pemain yang dikeluarkan, Kuswara menegaskan bahwa itu sepenuhnya hak pelatih Miljan Radovic.

“Sementara belum ada (yang dikeluarkan), jadi semuanya kita serahkan saja kepada pelatih. Itu tentukan penilaian dari pelatih, pelatih belum menyampaikan ke kita. Harapan kita tentunya di Piala Presiden ini pelatih bisa melihat pemain-pemain mana yang paling siap untuk menjadi bagian tim Persib Bandung, kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih,” tutur Kuswara di salahsatu tempat makan di Kota Bandung, Kamis 14 Maret 2019.

Sementara disinggung mengenai kembali gagalnya Persib Bandung di ajang Piala Presiden serta banyaknya komentar dari bobotoh, Kuswara meminta agar bobotoh bersabar dan menikmati proses yang tengah dilewati oleh Persib. Kuswara menilai bahwa dalam membentuk sebuah tim diperlukan proses serta kesabaran karena waktu yang diperlukan tidaklah sebentar.

“Terus terang saya juga sampaikan kepada bobotoh, memang ini perlu proses perlu waktu membentuk sebuah tim ini tentu tidak mudah, jadi mohon kesabarannya, kita ingin tim Persib menjadi tim yang terbaik,” ujarnya.

MILJAN Radovic/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Beri kepercayaan

Perlu diketahui usai laga Persib vs Persebaya pada pertandingan kedua Piala Presiden 2019, bobotoh meluapkan emosinya dengan memasuki lapangan lantaran melihat performa Persib yang buruk. Bahkan sang pelatih berkebangsaan Montenegro itu dicemooh dan mendapatkan kekerasan fisik ketika berjalan menuju lorong stadion.

Meski Kuswara tidak menampik banyaknya ketidak puasan serta cemoohan dari bobotoh, Kuswara mengharapkan agar bobotoh tetapa memberikan kepercayaan yang maksimal kepada pelatih yang juga pernah berbaju Persib dari tahun 2010 hingga tahun 2012 itu. Dia meminta bobotoh bersabar lantaran yang menjadi focus utama Persib adalah Liga bukan Piala Presiden.

“Kita berharap mohon kesabarannya agar beri kesempatan yang maksimal kepada pelatih maupun tim Persib Bandung untuk meracik tim ini. Sampai saat ini kita fokus dulu ke laga di Piala Indonesia dan nanti kami akan tukar pikiran dengan tim pelatih, paska Piala Presiden kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Pak Kus ini.***

Bagikan: