Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Pelatih Perseru Serui: Kemenangan Persib, Antiklimaks bagi Kami

Abdul Muhaemin
PERSERU Serui/DOK. PR
PERSERU Serui/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Pelatih Perseru Serui I Putu Gede Swi Santoso menilai, kekalahan timnya dari Persib Bandung dalam laga terakhir Piala Presiden 2019 Grup A merupakan hal antiklimaks bagi tim berjuluk Cendrawasih Jingga itu. Meskipun, hasil pertandingan yang berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan Persib sudah dia prediksi akan sama dengan dua laga sebelumnya.

Pada laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa 12 Maret 2019, I Putu Gede mengatakan bahwa skuat Perseru Serui belum siap 100 persen untuk menghadapi suatu kompetisi. Akan tetapi, terlepas dari hal itu, dia mengatakan bahwa anak asuhnya telah berjuang maksimal dan memberikan penampilan terbaiknya.

“Selamat buat Persib tampil militan, antiklimaks bagi kami. Prediksi seperti pertandingan pertama dan kedua. Kondisi kita memang belum 100 persen buat kompetisi. Salut pemain yang berusaha untuk baik, memang skema yang diharapkan tidak jalan,” tuturnya, ketika ditemui seusai pertandingan.

Pelatih yang mengawali karir sepak bola di Perseru Serui itu turut mengungkapkan bahwa pada pertandingan Persib vs Perseru, anak asuhnya tidak bisa mengimbangi gaya permainan Persib yang militan dan cepat sehingga para pemain keteteran. Selain itu, faktor yang berkembang di luar lapangan juga cukup berpengaruh pada performa anak asuhnya.

“Permainan Persib yg begitu cepat, tidak pahamnya pemain dengan gaya permainan tinggi, ditambah faktor luar lapangan yang tidak bisa menguatkan kita,” katanya.

Lebih lanjut, I Putu Gede tidak menampik bahwa rumor yang berkembang bahwa Perseru Serui yang akan berganti nama di kompetisi musim 2019 membuat psikis para pemainnya terganggu. Sehingga ketika menjalani pertandingan di Piala Presiden 2019, Perseru sama sekali gagal meraih kemenangan dan menjadi bulan-bulanan tiga tim lainnya.

“Jadi rumor yang berkembang di luar, salah satu penyebab menurunnya pemain secara psikis, karena terganggu konsentrasi. Kami mengalir saja, dari penunjukan sampai hari ini di Piala Presiden. Ini jadi masalah kita kurang konsentrasi, yang saya tangkap di luar lapangan membuat tidak konsentrasi dan hilang fokus. Saat bertahan enggak jalan, situasinya juga belum 100 persen untuk pertandingan. Hari ini Persib luar biasa dalam kecepatan, sementara kondisi pemain kami drop,” tuturnya.

Pada gelaran Liga 1 musim 2018 yang lalu, Perseru Serui berhasil lolos dari lubang jarum karena sukses menghindari jurang degradasi. Namun meski bertahan di Liga 1, masalah bagi Perseru mulai datang, yaitu terkait finansial klub yang goyah. 

Atas dasar itu, pada kompetisi 2019 nanti Perseru akan berganti nama, karena diakuisisi oleh salah satu klub asal Lampung yaitu Badak Lampung FC.***

Bagikan: