Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Usai Cedera, Dedi Kusnandar Akan Kembali Perkuat Persib

Irfan Subhan
DEDI Kusnandar.*/DOK. PR
DEDI Kusnandar.*/DOK. PR

DEDI Kusnandar akhirnya mendapat lampu hijau dari pelatih kepala Persib Miljan radovic untuk kembali berlaga. Ini merupakan kabar gembira bagi pemain asal Jatinangor tersebut, karena sebelumnya lebih dari empat bulan dia harus absen untuk pemulihan cedera patah tulang fibula.

Pemain yang akrab disapa Dado tersebut terakhir membela Persib saat Maung Bandung dijamu oleh PSM Makassar pada Liga 1 2018 yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Rabu, 25 Oktober 2018. 

Saat itu, dirinya harus keluar lapangan pada babak kedua setelah dilanggar dengan keras oleh pemain PSM Makassar, Rizky Pellu. Akibatnya, pemain dengan nomor punggung 11 ini mengalami patah tulang fibula di bagian kaki kanannya.

Kini harapan Dado untuk bisa segera bermain telah kembali terbuka lebar, bahkan dirinya mengaku sudah tidak sabar ingin kembali bermain di lapangan bersama pemain lainnya untuk mengantarkan Persib meraih kemenangan.

“Kalau dipercaya pelatih, Insya Allah siap. Apalagi dengan kondisi sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi. Ya, kalau dipercaya bermain jadi bisa jadi ajang adaptasi juga setelah cedera kemarin," tutur Dado, ketika ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, Jalan Terusan Cipatik-Soreang, Senin, 11 Maret 2019. 

Selama menjalani masa pemulihan cedera, Dado selalu mengikuti perkembangan Persib dan tim lainnya yang dihadapi. Dia menilai, permainan serta lawan-lawan yang dihadapi oleh Pangeran Biru di Piala Indonesia dan Piala Presiden ada perbedaan.

“Tapi intinya kita tidak boleh memandang remeh semua tim yang ada di Indonesia. Semua merata kekuatannya. Mereka adalah tim bagus, jadi siapapun lawan yang dihadapi kita warus waspada,” katanya.

Dado menuturkan, setiap pemain yang baru saja pulih dari cedera pasti membutuhkan adaptasi dengan tim. Apalagi, saat ini komposisi pemain Maung Bandung dihuni oleh mayoritas pemain baru.

“Yang pasti semua pemain setelah dari cedera butuh adaptasi, tapi saya berharap bisa beradaptasi lebih cepat. Apalagi sudah lebih dari empat bulan saya enggak main, ya harapannya bisa lebih cepat beradaptasi,” ujarnya.

Bagi Dado, laga menghadapi Perseru Serui akan menjadi laga yang sangat penting, karena menjadi momentum untuk pemain berusia 27 tahun tersebut kembali bermain.

Dado menuturkan, dirinya cukup kecewa karena di dua penyelenggaraan Piala Presiden, Persib gagal lolos dari fase grup. “Ya pasti kecewa, dua musim berturut-turut kita gagal lolos fase grup. Apalagi tahun 2015 saya pernah juara sama tim ini di Piala Presiden, sekarang dua kali berturut-turut gagal dan pasti kecewa, perasaannya sama seperti bobotoh," tutur Dado. 

Dado merasa sudah sangat rindu dengan suasana serta atmosfer pertandingan yang riuh dengan semangat serta dukungan dari bobotoh. 

“Pastinya sangat senang, apalagi ini bisa berangsur-angsur lebih cepat membaik. Ini cedera paling parah yang pernah saya alami selama menjalani karier sebagai pemain sepak bola, intinya sudah kangen untuk kembali bermain," kata Dado. 

Dia berharap, di Liga 1 musim ini ingin kembali mengantarkan Persib menjadi juara seperti halnya pada 2014. Bahkan musim lalu, Maung Bandung nyaris menjadi juara, sebelum dihadapkan pada sanksi berat yang akhirnya mengantarkan Persib menempati peringkat empat di klasemen akhir.***

Bagikan: