Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28.8 ° C

Miljan Radovic: Saya Sempat Kaget di Persib Penggemarnya Seperti Ini

Siska Nirmala Puspitasari
MILJAN Radovic/ANDRI GURNITA/PR
MILJAN Radovic/ANDRI GURNITA/PR

“AWESOME” (luar biasa). Kalimat itulah yang muncul pertama kali ketika Miljan Radovic bergabung bersama Persib Bandung sebagai pemain.

Bukan hanya karena melihat tim, tetapi juga karena melihat adanya suporter yang hebat. Bagi sang gelandang anyar asal Eropa Timur, hal tersebut menjadi sesuatu yang membuatnya tertarik untuk bisa bergabung bersama Maung Bandung.

"Saya sangat senang bisa bergabung. Saya sangat terkesan dengan pemain-pemain di sini. Suporternya juga luar biasa. Saya sempat kaget di sini penggemarnya seperti ini," ujarnya.

Miljan Radovic resmi dikontrak Persib pada Kamis 24 Februari 2011 malam. Padahal, dia baru menunjukkan kemampuannya dalam waktu sehari saja.

MILJAN Radovic/ANDRI GURNITA/PR

Pemain asal Montenegro itu didatangkan agen Europe Sport Agency. Dia sebenarnya datang bersama rekannya, Dragicevic Zdravko. Namun, Zdravko tidak direkrut karena kuota pemain asing yang sudah terpenuhi. Padahal, pelatih Persib kala itu, Daniel Roekito terpesona oleh kualitas Zdravko.

Daniel Roekito langsung tertarik dengan Miljan Radovic karena dinilai memiliki kemampuan yang sangat bangus terutama dalam hal mengua­sai lini tengah.

Miljan Radovic saat itu mengaku ingin mengetahui lebih banyak tentang Persib karena sebelumnya dia buta informasi mengenai tim kesayangan warga Bandung dan Jawa Barat itu.

Selain dari agennya, dia mencari informasi mengenai Persib dengan melihat-lihat infromasi di internet. "Saya belum tahu banyak, tetapi saya ingin tahu lebih banyak," katanya.

Miljan Radovic Bercerita tentang seminggu pertamanya

Mengenai minggu pertamanya di Kota Bandung, Miljan Radovic mengatakan bahwa dia harus banyak mela­kukan penyesuaian terutama dalam hal cuaca dan bahasa.

Soal cuaca, Miljan Radovic bahkan kesulitan tidur karena belum terbiasa de­ngan cuaca Bandung yang menurutnya cukup panas.

"Tetapi dalam beberapa waktu, tidak jadi masalah. Semua baik-baik saja," ujar pria kelahiran Montenegro 18 Oktober 1975 itu.

MILJAN Radovic/ANDRI GURNITA/PR

Soal bahasa, Miljan Radovic harus dibantu berkomunikasi oleh agennya karena dia tidak terlalu fasih berbahasa Inggris.

Akan tetapi, pemain yang menyandang ban kapten di klub sebelumnya, OFK Petrova, me­ngata­kan bahwa dia mempelajari bahasa Indonesia sedikit demi sedikit. "Tentunya saya harus mempelajari bahasa Indonesia," katanya.

Kata-kata bahasa Indonesia yang pertama kali dia bisa ucapkan yaitu ‘bola’, 'kiri', 'kanan', dan 'dua'. "Saat ini baru empat kata itu saja dulu," katanya tersenyum.

Menjawab soal usia dan nomor punggung

Bersama Persib, Miljan Radovic menggunakan kostum bernomor punggung 58. Menurut dia, alasan memilih nomor tersebut adalah karena di negara asalnya dia selalu menggunakan nomor punggung 5 atau 8. sehingga memilih kedua angka tersebut.

Mengenai umurnya yang terbilang cukup senior, Miljan Radovic menegaskan bahwa hal itu bukan masalah.

MILJAN Radovic/ANDRI GURNITA/PR

Dia menjelaskan bahwa untuk ukuran pemain Eropa, pemain seusianya adalah pemain yang masih produktif.

"Kalau di luar, bahkan ada pemain yang usianya sampai 40. Tidak masalah, yang penting adalah saya bermain profesional," katanya.

Dia bercerita bahwa dia sudah mulai bermain sepak bola di tingkat profesional sejak berusia 16 tahun. Cukup lama malang melintang di dunia sepak bola membuat dia percaya diri dengan kemampuannya. Bahkan ketika ditanya siapa pemain sepak bola yang dikaguminya, spontan dia menjawab "saya sendiri," ujarnya berkelakar.

Miljan Radovic memperkuat lini tengah Persib bersama pemain anyar lainnya pada 2011, Matsunaga Shohei. (Artikel ini pernah dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 26 Februari 2011).***

Bagikan: