Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Bek Persib Bojan Malisic Sampaikan Pandangan Positif Pembangun Keyakinan

Irfan Subhan
Ezechiel N'Douassel dan Bojan Malisic dari Persib Bandung mendebat keputusan wasit Dwi Purba, dalam laga perdana Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Maret 2019. Keputusan wasit menjadi sorotan dengan kedudukan akhir 1-2 antara Persib Bandung v PS Tira Persikabo.*/ARMIN ABDUL JABBAR
Ezechiel N'Douassel dan Bojan Malisic dari Persib Bandung mendebat keputusan wasit Dwi Purba, dalam laga perdana Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Maret 2019. Keputusan wasit menjadi sorotan dengan kedudukan akhir 1-2 antara Persib Bandung v PS Tira Persikabo.*/ARMIN ABDUL JABBAR

DUA kali menelan kekalahan secara beruntun pada babak penyisihian Grup A Piala Presiden 2019 membuat Persib harus mengubur ambisi lolos ke babak 8 Besar. Hasil itu menjadi bahan evaluasi bagi pelatih sebelum mereka tampil di Liga 1 yang akan dimulai awal Mei.

Dalam dua laga tersebut, Maung Bandung kebobolan lima gol dan jumlah itu tentunya cukup besar. Saat Persib bermain di Piala Indonesia, dari empat pertandingan yang dijalani hingga memastikan lolos ke babak 8 Besar, mereka hanya kebobolan 3 gol.

Banyak pihak menilai bahwa kukalitas lini tengah dan pertahanan Persib saat ini masih harus ditingkatkan lagi. Dari beberapa gol yang dicetak lawan, mereka memanfaatkan kelengahan pemain Persib.

BOJAN Malisic.*/DOK. PR

Hal itu juga yang dirasakan bek andalan Persib Bojan Malisic. Dia menilai bahwa komunikasi di lini belakang harus ditingkatkan lagi agar pada pertandingan berikutnya bisa semakin solid.

“Saya tahu ini sepak bola, kalau di lapangan kami selalu mencoba menang dan itu mungkin. Kami selalu mencoba sebaik mungkin dan meningkatkan kualitas kami. Kadang kami bermain bagus tapi Anda tahu, selalu ada kesempatan dari tim lawan untuk cetak gol,” tuturnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 10 Maret 2019.

Bojan Malisic mengatakan, lini depan dan tengah Persib bermain bagus tetapi tidak demikian di barisan pertahanan yang masih kurang padu. Kelemahan itu bisa dimanfaatkan lawan. Bojan Malisic belum mengerti dan mendapat jawaban atas masalah ini.

“Ketika Anda lihat dalam empat pertandingan dan kami kbobolan 9 gol, saya mengerti itu karena di pertahanan tidak terlalu bagus. Permasalahannya bukan hanya di pertahanan, tetapi masalah keseluruhan tim,” katanya.

Kami adalah keluarga

Bojan Malisic mengatakan, semua pemain ingin memberikan yang terbaik untuk Persib dalam setiap pertandingan tak terkecuali di Piala Presiden yang menjadi ajang evaluasi sebelum dimulainya Liga 1.

“Saya hanya ingin kami selalu terus berkembang dan maju bersama setahap demi setahap serta terus melihat kemajuan kami pada masa mendatang. Saya berharap di Liga 1 bisa lebih siap baik dalam hal kondisi kebugaran fisik atau apapun itu, hingga nantinya kami siap di Liga 1 dan Piala Indonesia,” ujarnya.

BOBOTOH Persib/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Ayah dua putri itu optimistis Persib bisa meraih hasil yang lebih baik di Liga 1. Bahkan, sejak awal dia sudah mengatakan bahwa Persib mampu bersaing dan berada di papan atas.

“Sejak hari pertama, saya sudah bilang kami percaya dengan tim ini, mulai dari jajaran pelatih,11 pemain yang bertanding, dan pemain di bench. Kami semuanya seperti keluarga. Kami bisa saling menguatkan, kami selalu jadi satu, kami tentu tidak bisa berkembang jika kami tidak punya semangat. Jadi kalau pemain punya semangat, pelatih akan melihat itu dan menempatkannya sebagai pemain inti. Saya tidak terlalu khawatir untuk Liga 1 karena kami punya persiapan lebih untuk Liga. Setiap hari, setiap latihan, kami harus terus berkembang,” ucapnya.

Pada laga terakhir di babak penyisihan Grup A Piala Presdien menghadapi PerseruMali Bojan Malisic tidak bisa tampil karena akumulasi kartu kuning. Namun, dia mendoakan agar Paersib bisa meraih kemenangan dan berada di peringkat ketiga klasemen akhir.***

Bagikan: