Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Standar Pelatih di Kepala Bobotoh dan Ekspektasi Tinggi untuk Persib

Tim Pikiran Rakyat
PERTANDINGAN Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Maret 2019. Persib kalah 2-3 dari Persebaya.*/ARMIN ABDUL JABBAR
PERTANDINGAN Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Maret 2019. Persib kalah 2-3 dari Persebaya.*/ARMIN ABDUL JABBAR

BANDUNG, (PR).- Peneliti Hukum di Kementerian Hukum dan HAM Eko Noer Kristiyanto menilai, ada tiga komponen yang membedakan Pelatih Persib Miljan Radovic dengan arsitek sebelumnya, Roberto Carlos Mario Gomez. Hal itu terutama terlihat dalam gaya komunikasi yang cenderung bertolak belakang.

Eko Noer Kristiyanto menjelaskan, Mario Gomez lebih berkarakter senyap saat menjadi arsitek Persib sedangkan Miljan Radovic dinilai lebih mencerminkan optimistis dan lebih banyak berbicara.

"Mario Gomez itu tidak berkoar-koar, tidak sesumbar. Jadi, bobotoh melihat Mario Gomez menjanjikan sesuatu. Kalau Miljan Radovic, dibalik rasa optimistisnya, dia tidak sadar bahwa yang dihadapinya adalah bobotoh dengan tradisi juara yang kental," kata dia dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Sabtu 9 Maret 2019.

Di samping itu, ada hal lain yang membedakan Miljan Radovic dengan Mario Gomez yakni tingkat ekspektasi. Pencapaian klub pada musim sebelumnya juga menjadi perbedaan kedua pelatih asing tersebut.

"Bedanya hanya di tingkat ekspektasi dan apa yang dialami klub pada musim sebelumnya," kata Eko Noer Kristiyanto.

SEJUMLAH pemain Persib Bandung saat menjalani latihan perdana di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin 14 Januari 2019. Pelatih Kepala Persib, Miljan Radovic menargetkan anak asuhnya akan kembali pada kondisi fisik puncak selama empat puluh hari  latihan usai jeda libur kompetisi  Liga 1./ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Terkait kekalahan beruntun Persib di Piala Presiden 2019, Eko Noer Kristiyanto menegaskan, Piala Presiden 2019 hanya pertandingan pramusim. Terlebih, Persib merupaka tim profesional pertama yang diarsiteki oleh Miljan Radovic.

"Ini pramusim, jadi sebetulnya bobotoh disebut kecewa dan lain sebagainya itu wajar. Karena mereka tidak mengenal pramusim. Mereka terlalu khawatir bahwa saat kompetisi sebenarnya, Persib terseok-seok. Miljan Radovic juga baru pertama kali melatih (tim profesional) di Persib," kata dia.

Cari alternatif

Kekalahan dari Persebaya, membuat peluang Persib di ajang  Piala Presiden 2019 harus berakhir di fase penyisihan grup. Persib hanya menyisakan satu pertandingan yang tidak menentukan melawan Perseru Serui.

Kendati demikian, pengamat sepak bola Supriyono Prima menilai Persib Bandung harus memaksimalkan potensi pemain dan pelatih yang dimiliki. Pemain maupun pelatih pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar gun menemukan bentuk permainan terbaiknya.

PERTANDINGAN Persib vs Persebaya yang berakhir kekalahan Persib 2-3, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis, 7 Maret 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

"Situasi agak sulit, tinggal mengasah kemampuan pemain yang ada dan memaksimalkan pelatih yang ada," kata Supriyono Prima.

Untuk merengkuh hasil maksimal pada laga terakhir Grup A Piala Presiden 2019, Supriyono Prima menilai Miljan Radovic harus mencari alternatif strategi. Konsep bermain yang diperlihatkan Miljan Radovic belum baik.

"Konsep bermainnya tetap mengandalkan flank, aktornya juga masih tetap Ezechiel N’Douassel. Jadi, harus ada opsi lain dari lini tengah” kata dia.

Terkait aksi penyerangan bobotoh terhadap pelatih, Supriyono Prima menilai bobotoh masih memakai standar pelatih seperti Djadjang Nurdjaman dan Mario Gomez dalam mengukur performa Maung Bandung saat ini. 

"Bobotoh akan melihat Kang Djadjang dan Mario Gomez sebagai barometer yang membuat Persib bisa bersaing dan mendapat tempat di hati bobotoh," kata dia.

Pelatih: saya jadi tahu

Miljan Radovic mengatakan, dua kekalahan beruntun dari PS Tira Persikabo dan Persebaya Surabaya menjadi pelajaran berharga untuk dia. Miljan Radovic tak menampik bahwa kekalahan tersebut membuat banyak bobotoh kecewa.

"Saya tahu hasil ini memang tidak bagus untuk kita semua. Tim selalu memberi 100 persen untuk bisa mendapatkan kemenangan. Tapi, saya jadi tahu komposisi tim yang bagus menjelang kompetisi nanti," kata dia seperti dilaprokan situs resmi klub, Sabtu 9 maret 2019.

Karena itu, Miljan Radovic beserta tim pelatih kini tak hanya mempersiapkan diri untuk sisa laga di Piala Presiden 2019. Tim mengklaim sudah merancang program untuk menatap liga 1 musim 2019.

"Masih ada waktu untuk mempersiapkan semua. Sekarang pemain terus memperlihatkan perkembangan berkelanjutan. Setelah beberapa pertandingan di Piala Indonesia dan Piala Presiden, kami juga harus mulai memikirkan komposisi untuk kompetisi," kata dia.***

Bagikan: