Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Persib, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura Bersih dari Pengaturan Skor

Abdul Muhaemin
ARMIN ABDUL JABBAR/PR
ARMIN ABDUL JABBAR/PR

DI saat kasus serta dalang pengaturan skor di sepak bola Indonesia mulai terkuak, Kepolisian Republik Indonesia yang membentuk Satuan Tugas Anti Mafia Bola telah menetapkan banyak tersangka kepada orang-orang yang terlibat, mulai dari wasit, manajer klub, petinggi klub hingga orang-orang yang berada dibalik kemudi PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia).

Namun nyatanya pengaturan skor yang terjadi dalam sepak bola Indonesia bukan hanya melibatkan orang-orang tertentu. Klub-klub di tanah air yang kental akan sejarah serta prestasi juga disinyalir terlibat dalam pengaturan skor.

Hal yang cukup membanggakan disaat banyak klub di sepak bola Indonesia yang terjerumus kedalam jurang pengaturan skor, ada tiga klub papan atas serta memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia yang bersih dan tidak mau melakukan hal kotor tersebut khususnya dalam kompetisi musim 2018.

Ketiga klub yang dimaksud adalah PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Persib Bandung. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola Krishna Murti.

Dia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap wasit-wasit yang terlibat serta menjadi pengadil jalannya kompetisi Liga 1 2018, ketiga klub besar tersebut bersih dari pengaturan skor.

Dalam tiga unggahan di akun Instagram pribadinya, Krishna Murti menuturkan bahwa baik PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Persib Bandung merupakan klub yang “pelit” karena tidak mau memberikan sesuatu kepada para wasit.

“Klub ini (PSM Makasar) adalah salah satu klub yang tidak pernah kasih ‘sesuatu’ ke perangkat pertandingan, kata mereka (wasit yang diperiksa) ini adalah klub paling pelit ke wasit. Tapi sejarah akan selalu membuktikan bahwa kejujuran adalah pemenang sejati, pertahankan Ewako,” tulis Krishna Murti disertai logo PSM Makassar dalam unggahan di akun Instagramnya, Kamis 21 Februari 2019.

Hal yang sama juga dia katakan untuk tim Persipura Jayapura, berdasarkan pernyataan salah seorang wasit Persipura Jayapura tidak jauh berbeda dengan PSM Makassar yang tidak ingin menyogok dan memuluskan langkahnya di kompetisi Liga 1.

Bobotoh Persib/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Khusus untuk Persib Bandung, pada kompetisi 2018 kemarin klub berjuluk Maung Bandung tersebut mendapatkan kabar tak sedap usai diterpa isu pengaturan skor terhadap pemainnya. Hal itu bahkan dituduhkan oleh sang pelatih Mario Gomez kepada beberapa pemain Persib Bandung usai mengalami serangkaian hasil minor, padahal saat itu Persib tengah berburu titel juara.

Tapi Krishna Murti memastikan bahwa Persib Bandung pada kompetisi Liga 1 musim 2018 adalah klub yang bersih dan tidak melakukan hal-hal kotor. Hal ini tentu menjadi kabar baik ditengah banyaknya isu pengaturan skor di Liga 1, termasuk kepada sang juara Persija Jakarta yang dianggap banyak pihak melakukan hal kotor.

“Persib menurut salah satu wasit yang diperiksa khusus untuk tahun 2018 kemarin, klub ini termasuk salah satu yang sama sekali tidak mau kasih apapun ke wasit,” tutur Krishna Murti.

Namun hal yang menarik Krishna Murti ungkapkan diakhir postingannya tentang Persib Bandung ini, wasit yang diperiksa oleh Satgas Anti Mafia Bola mengatakan bahwa Persib bersih hanya disebutkan pada tahun 2018 saja, sementara ketika ditanyai kenapa hanya tahun 2018, Krishna Murti menuturkan sang wasit bingung menjawabnya.

Bahkan diakhir postingan, Krishna Murti semacam memberikan kode bahwa sebelum kompetisi tahun 2018 bisa jadi Persib juga terlibat dalam pengaturan skor, namun di tahun 2018 Persib Bandung dia pastikan tidak terlibat dan telah berubah.

“Setidaknya, klub ini (Persib Bandung) mau berubah,” tuturnya.***

Bagikan: