Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.1 ° C

Komunikasi Lini Belakang Persib Jadi Fokus Perhatian

Irfan Subhan
PARA pemain Persib Bandung mendapatkan intruksi para pelatih.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
PARA pemain Persib Bandung mendapatkan intruksi para pelatih.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Pertandingan melawan Arema FC menjadi semacam ujian bagi penjaga gawang Persib. Itu karena level tim yang dihadapi di setiap babak Piala Indonseia akan semakin kuat. Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih penjaga gawang Persib, Gatot Prasetyo.

Dia menambahkan, porsi latihan yang dilakukan oleh tiga penjaga gawang Persib yaitu I Made Wirawan, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby, dan Aqil Savik masih dalam tahap latihan regular setiap menghadapi pertandingan.

Namun, dirinya akan melakukan koreksi, baik itu jika hasil pertandingan Persib bisa meraih kemenangan ataupun tidak. Itu karena di setiap pertandingan akan menampilkan suasa yang berbeda. Hal ini lah yang selalu Gatot ingatkan kepada para penjaga gawang.

“Lupakan hasil di pertandingan sebelumnya dan fokus ke pertandingan yang akan dihadapi. Kewaspadaan harus ditingkatkan begitu juga dengan spirit kita tingkatkan. Termasuk masalah teknis dan nonteknis juga sama-sama ditingkatkan dengan pemain lainnya,”katanya.

Gatot mengatakan, melihat hasil pertandingan di leg pertama dan kedua babak 32 Besar saat melawan Persiwa, dimana Persib menurunkan dua penjaga gawang berbeda, dari segi penampilan tidak ada masalah.

Namun, yang menjadi sedikit kendala adalah komuniasi untuk mempersolid lini belakang, karena itu tidak bisa hanya dengan mengandalkan seorang penjaga gawang atau bek. Namun, dibutuhkan kolaborasi empat pemain belakang dibantu gelandang bertahan, dan penjaga gawang.

“Komunikasi harus ditingkatkan lebih baik lagi, termasuk pengertian diantara mereka (pemain belakang). Apalagi ada muka-muka baru seperti Indra, jadi perlu waktu baik di latihan maupun pertandingan untuk ketemu chemistry di antara pemain,”ujarnya.

Gatot mengatakan, babak 16 Besar Piala Indonesia menjadi ujian di lini belakang khususnya bagi penjaga gawang karena dari segi level antara Arema dan Persiwa sangat berbeda. Dengan naiknya level di setiap babak yang dilalui maka kualitas tim akan semakin berat.***

Bagikan: