Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.4 ° C

Persiwa Minta Persib di WO, Miljan Radovic: Menang-Kalah di Lapangan

Abdul Muhaemin
MILJAN Radovic.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
MILJAN Radovic.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Gagalnya Persib Bandung menjadi tuan rumah dalam laga lanjutan babak 32 besar Piala Indonesia kontra Persiwa Wamena menjadi perhatian banyak pihak. Tim tamu Persiwa Wamena merasa dirugikan atas ditundanya jadwal Persib vs Persiwa yang seharusnya digelar Senin 4 Februari 2019, Persiwa mengajukan protes dan keberatan kepada PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) sang pemangku regulasi.

Persiwa Wamena menilai Persib Bandung telah lalai dan melanggar regulasi yang telah ditetapkan PSSI lantaran kegagalan menjadi tuan rumah tersebut. Sehingga klub berjuluk Badai Pegunungan itu meminta PSSI sebagai operator kompetisi Piala Indonesia untuk menjatuhkan hukuman diskualifikasi atau kalah Walk Out kepada Persib Bandung.

Menanggapi permintaan Persiwa Wamena tersebut, pelatih Persib Bandung Miljan Radovic dengan tegas mengatakan bahwa dia dan anak asuhya yang telah bersiap dan bekerja keras menyambut laga tersebut dan hanya mau dikalahkan didalam lapangan, juru taktik asal Montenegro tersebut tidak ingin timnya dianggap kalah jika belum bermain di lapangan hijau.

“Kemarin Wamena ingin itu, saya suka main di lapangan tidak diluar lapangan, kalau main menang di lapangan silahkan, tapi tidak diluar lapangan,” ujar Miljan Radovic seusai memimpin latihan skuat Persib Bandung di Sosi Sport Club, Selasa 5 Februari 2019.

Miljan Radovic tentu tidak ingin program latihan yang selama ini disiapkan untuk menghadapi berbagai kompetisi itu menjadi sia-sia karena hal yang diluar kendalinya. Lebih lanjut dia turut membandingkan betapa jauhnya kualitas perencanaan dan program yang dilakukan di Eropa dan di Indonesia untuk mengatur sebuah kompetisi.

Sang pelatih mengatakan bahwa di negara asalnya saja Montenegro, kompetisi benar-benar direncanakan dengan baik dari awal hingga akhir musim, sehingga kemungkinan kejadian seperti penundaan dan penjadwalan ulang sebuah laga akan sangat tipis, dan ini merupakan hal pertama yang dia alami.

“Di Eropa kamu tahu kalau normal semua teratur dan kamu bisa pakai rencana itu, tapi disini saya punya rencana harus ganti, selalu susah disini tapi tidak apa-apa harus adaptasi ya,” tutur Miljan Radovic yang juga pernah membela Persib Bandung dua musim lamanya.

Seperti telah diketahui, Persib Bandung gagal menggelar laga menghadapi Persiwa lantaran tidak mendapatkan izin dari kepolisian terkait penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Izin tersebut tidak diberikan lantaran stadion berkapasitas 38 ribu tersebut mengalami banyak kerusakan di berbagai sisi bangunan dan penurunan kontur tanah.

Bagikan: