Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Eka Ramdani, Atep, dan Predikat Legenda Persib

Abdul Muhaemin
MANTAN Pemain Persib Eka Randani menrima plakat dari Dirigen Viking Persib Club Yana Umar dalam acara Tribute to The Legends di Kafe Kukumama , Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 24 Januari 2019.8/ABDUL MUHAEMIN/PR
MANTAN Pemain Persib Eka Randani menrima plakat dari Dirigen Viking Persib Club Yana Umar dalam acara Tribute to The Legends di Kafe Kukumama , Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 24 Januari 2019.8/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Mantan pemain Persib Eka Ramdani telah memutuskan gantung sepatu pada akhir Liga 1 musim 2018. Eka Ramdani menyadari bahwa dalam komposisi tim saat ini, dia akan kesulitan bersaing dengan para pemain lain.

Selain karena faktor usia, Eka Ramdani yang saat ini berusia 34 tahun juga tidak menampik bahwa dalam beberapa tahun terakhir performanya telah mengalami penurunan.

Sehingga, dia memilih pensiun dan meninggalkan Persib, klub yang selama ini melambungkan namanya, klub yang pertama dan terakhir dia bela.

Kendati namanya telah identik dengan Persib, Eka Ramdani yang juga pernah membela klub lain seperti Persela Lamongan, Semen Padang, hingga Pelita Bandung Raya mengatakan bahwa dia tidak menyangka dianggap sebagai legenda dan namanya melekat di hati bobotoh.

EKA Ramdani.*/ANDRI GURNITA/PR

Dalam acara bertajuk Tribute to The Legends di Kafe Kukumama, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 24 Januari 2019, dia menuturkan, selama kariernya di dunia sepak bola, tidak pernah membawa Persib Bandung juara.

Dia juga bukan pemain yang hanya membela satu klub. Sehingga, dia kaget dan terharu saat namanya disebut sebagai legenda.

"Saya tidak pernah membawa Persib juara, bukan satu klub dalam satu karier juga. Saya sangat mengapresiasi dan menghargai Viking Persib Club mengadakan acara ini. Terima kasih sudah mendukung saya dan Persib saat bertanding baik di laga kandang ataupun tandang," ujar Eka Ramdani

Atep di luar dugaan

Dalam acara yang diinisiasi Viking Persib Club tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Yana Mulyana yang juga bobotoh Persib turut mengapresiasi langkah Viking Persib Club dalam memberikan penghargaan kepada mantan pemain yang telah lama membela klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu.

Atep.*/DOK. PR

Yana Mulyana turut menyoroti keputusan manajemen Persib memutus kontrak beberapa pemain senior yang telah lama membela Maung Bandung. Dua nama pemain yang paling dia sayangkan dilepas dan tidak dipertahankan adalah Atep dan Tony Sucipto.

Atep yang merupakan putra daerah dan berasal dari Cianjur menjadi salah satu pemain yang telah melekat dan identik dengan Persib.

Atep/ANDRI GURNITA/PR

Kendati menyayangkan keputusan yang diambil manajemen klub, Yana Mulyana juga turut menyadari bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah.

Dinamisnya dunia sepak bola membuat silih bergantinya pemain di suatu klub menjadi hal yang biasa dan tidak terelakan.

"Karena sepak bola juga dinamis. Jadi, suka dan tidak suka, manajemen punya pilihan. Kita yang berada di luar cukup menyayangkan dengan keputusan tapi kita sudah berikan apreaiasi kepada yang bersangkutan," ujar Yana Mulyana

Tidak jauh berbeda dengan Yana Mulyana, musisi Sunda Doel Sumbang juga tidak menampik bahwa tidak diperpanjangnya kontrak Atep membuat dia terkejut dan kecewa.

"Atep sudah layak disebut sebagai legenda sehingga sudah layak diadakan acara tribute. Buat saya, Atep tidak bisa hilang dari kepala, kalau sudah ada di dalam kepala berarti seseorang itu sudah melekat," tutur Doel Sumbang yang juga hadir dalam acara tersebut.***

Bagikan: