Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 23.7 ° C

Kiper Persib Rindu Berat Kehadiran Bobotoh di Stadion

Abdul Muhaemin
I Made Wirawan.*/DOK. PR
I Made Wirawan.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai operator Piala Indonesia, telah membuat format baru di kompetisi yang telah memasuki babak 32 besar tersebut. Dalam babak 32 besar ini, kesebelasan tim akan bertanding dengan menggunakan format kandang dan tandang.

Format kandang dan tandang ini disambut baik oleh salah satu punggwa Persib Bandung I Made Wirawan. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang tersebut menilai, jalannya kompetisi Piala Indonesia bisa menjadi ajang untuk merasakan kembali atmosfir pertandingan yang sudah cukup lama tidak berjalan.

Selain itu belum adanya kepastian kompetisi Liga 1 kapan akan bergulir, menjadikan Piala Indonesia sebagai kompetisi yang patut dinanti. Tim yang tengah dibelanya Persib Bandung akan menghadapi Persiwa Wamena dalam babak 32 besar Piala Indonesia.

Persiwa akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menggunakan Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah pada laga yang akan digelar Minggu 27 Januari 2019 mendatang. Selain menyambut antusias format kandang tandang di Piala Indonesia, hal yang paling dinantikan dan paling dirindukan oleh I Made Wirawan adalah hadirnya kembali bobotoh untuk mendukung Persib Bandung di lapangan.

Seperti telah diketahui, bobotoh Persib Bandung diberikan sanksi larangan hadir di pertandingan Persib Bandung, baik itu dalam laga kandang ataupun tandang sejak pertengahan musim lalu. I Made Wirawan mengaku hal yang paling dirindukan dari bobotoh adalah riuhnya stadion saat Persib tengah berlaga.

PERSIB.*/DOK. PR

Selain itu, atribut dan nyanyian penyemangat adalah sesuatu yang sempat hilang dari Persib musim lalu. “Pasti kita kangen banget ya, sudah lama sekali kita tidak didukung langsung sama bobotoh, apalagi main di Bandung. Pastinya kita antusias banget bisa main lagi dihadapan bobotoh dengan segala atribut dan nyanyiannya yang bikin deg-degan,” tutur I Made Wirawan usai latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Senin 21 Januari 2019.

Sementara itu disinggung mengenai jadwal kompetisi yang belum jelas dan masih lama, I Made Wirawan menuturkan bahwa staf pelatih telah mempunyai program-program latihan yang akan diikuti olehnya. Sehingga dia beserta pemain lainnya hanya bisa mengikuti jadwal dan aturan yang dibuat oleh federasi.

“Gimana ya, kita mah ikut aja program dari pelatih,” ujar pria kelahiran Bali 38 tahun silam tersebut

I Made Wirawan menjadi salah satu pemain senior yang dipertahankan Persib untuk musim 2019. Meski usianya sudah tidak terlalu muda, namun kematangan, skill dan pengalaman yang dimiliki membuatnya menjadi pilihan pelatih Persib Miljan Radovic, selain penjaga gawang M Natshir Mahbuby dan penjaga gawang muda Aqil Savik.***

Bagikan: