Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Pada Era Miljan Radovic, Kiper Persib Dituntut Bisa Menjadi Bek

Abdul Muhaemin
DEDEN Natshir.* ARMIN ABDUL JABBAR/PR
DEDEN Natshir.* ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PERKEMBANGAN sepak bola modern yang mulai melibatkan penjaga gawang dalam membantu proses serangan di sebuah tim tentu telah banyak kita saksikan di kompetisi-kompetisi elit khususnya di benua Eropa. David de Gea, Thibaut Courtouis, Manuel Neuer, Ederson Moraes, dan Alisson Becker bisa menjadi beberapa nama kiper atau penjaga gawang kelas dunia yang bisa direpresentasikan sebagai penjaga gawang modern.

Tolak ukur kiper modern bisa dilihat dari tugasnya di lapangan dalam sebuah pertandingan, kiper-kiper modern sekarang bisa bertindak sebagai stopper atau pemain bertahan dan tidak hanya berdiam diri di area gawang. Para kiper tersebut bisa menjadi pemain bertahan kala tim yang dibelanya tengah melakukan serangan lalu diserang balik oleh tim lawan, dan kiper tersebut bisa membantu pertahanan dengan sedikit maju untuk menyapu bola.

Atau tolak ukur yang lain juga bisa dilihat dari umpan bola saat tendangan gawang atau saat serangan lawan dipatahkan dan penguasaan bola terdapat di kiper. Sang kiper bisa mengirimkan umpan panjang kepada penyerang dan menjadikan umpan tersebut sebagai serangan yang membahayakan jika dikirim dengan sempurna.

Tentu kiper modern tersebut belum lumrah dan belum banyak kita lihat di sepak bola Indonesia. Hal tersebut diakui oleh penjaga gawang Persib Bandung Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang akrab disapa Deden Natshir. Penjaga gawang andalan Persib Bandung tersebut menuturkan bahwa di sepak bola modern seorang penjaga gawang juga dituntut untuk menjadi seorang pemain bertahan dan ikut mem-build up serangan.

Untuk menjadi sebagai kiper modern tersebut, Deden Natshir mengakui saat ini pelatih anyar Persib Bandung Miljan Radovic mulai memberikan informasi dan arahan terkait hal tersebut. Miljan Radovic mulai menerapkan metode latihan passing atau umpan dalam setiap latihan yang dilakoni para kiper Persib Bandung.

“(Miljan) Radovic ingin seperti itu dan kiper-kiper sekarang harus berfungsi sebagai stopper sebagai bek, dan kita setiap mengawali latihan mulai kemarin selalu passing dan passing karena untuk bisa bermain bola-bola pendek terutama dengan bek yang empat aja dulu,” ujar Deden Natshir usai menjalani latihan di Sosi Universe, Kota Bandung, Kamis 17 Januari 2019.

Deden Natshir yang pada musim 2018 menjadi andalan dibawah mistar gawang Persib Bandung menuturkan bahwa pada musim lalu dia juga sering menjadi orang pertama yang membangun serangan bagi Persib Bandung di beberapa kesempatan. Namun dia menegaskan bahwa kiper akan sulit untuk ikut membangun serangan jika pemain lawan melakukan pressing atau tekanan.

“Saya pribadi build up ya, tapi ketika pemain lawan pressing ke kita enggak mungkin build up, tapi ketika lawan tidak menekan saya utamakan pasti selalu build up, itu saya lakukan di musim kemarin juga, mungkin musim sekarang di dalam latihan lebih berlatih untuk selalu build up serangan, karena kiper modern sekarang dituntut untuk seperti itu,’ ujar dia.

Tidak punya idola

Jika banyak pemain bola sering memiliki pemain idola ataupun tim idola, lain halnya dengan pria kelahiran Bandung 25 tahun tersebut. Deden Natshir mengaku tidak mempunyai idola khusus terutama di posisi penjaga gawang. Bahkan dia menuturkan bahwa tidak pernah dengan sengaja menonton sebuah pertandingan sepak bola luar negeri. Yang paling unik, Deden Natshir selalu merasa asing dan tidak nyambung ketika ada temannya ngobrol soal sepak bola luar negeri.

“Aduh kebetulan saya tidak pernah mengikuti pertandingan di luar, ya kadang di explore nya Instagram sering lihat penyelamatan-penyelamatan kiper. Saya terus terang pemain bola tapi tidak tahu pemain bola luar negeri kecuali Neymar, Cristiano Ronaldo. Makannya kalau kalau ngobrol (sepak bola) jangan ada Deden, kan araraneh (heran),” tutur Deden Natshir mengakhiri obrolan.***

Bagikan: