Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

Meraba Formasi Persib yang Akan Diterapkan Miljan Radovic

Irfan Subhan
Persib.*/DOK. PR
Persib.*/DOK. PR

SAAT dinakhodai pelatih Roberto Carlos Mario Gomez, Persib Bandung lebih banyak menggunakan skema formasi 4-4-2. Beda pelatih, beda racikan. Di bawah pelatih anyar Miljan Radovic, Persib kemungkinan besar juga akan menerapkan skema formasi berbeda.

Miljan Radovic akan menjalankan tugas perdananya sebagai pelatih saat skuad Persib Bandung untuk pertama kalinya, Senin, 14 Januari 2019. Latihan perdana Persib di tahun ini, sekaligus persiapan babak 32 Besar Piala Indonesia akan digelar di Stadion SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Bandung.

“Sejak di Montenegro saya sudah mengetahui dan mengerti komposisi saya. Saya perlu waktu yang tidak lama, saya punya opini berbeda mungin saya butuh waktu satu bulan untuk bersiap dan itu tidak menjadi masalah,” tutur Radovic di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Rabu, 9 Januari 2019 lalu.

Meski masih menyimpan rapat strategi yang akan diterapkannya, Radovic mengaku telah memiliki gambaran untuk skema pemain yang akan diturunkan.

Pengamat sekaligus pelatih sepak bola, Lukas Tumbuan mengatakan, melihat perkembangan di dunia sepak bola ini banyak variasi formasi yang diterapkan oleh berbagai tim. Apakah itu 4-3-3 ataupun lainnya.

Namun, salah satu acuannya adalah melihat filosofi yang ada di setiap negara. Indonesia sendiri memiliki filosofi yang bernama filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) sebagai fondasi dan karakter sepak bola Indonesia yang dilihat dari sosiologi, kultur budaya serta lainnya.

Lukas mengatakan sejak tahun 2002 dirinya telah mempelajari pola 4-3-3. Namun, dia mengingatkan jika formasi atau pola itu tidak ada yang ideal, sehingga bisa berubah-ubah seusia dengan kebutuhan tim.

“Formasi atau pola harus disesuaikan dengan kemampuan pelatih, kalau pelatih mampu dengan pola atau skema 4-3-3 silahkan. Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah materi pemain, jadi itu yang berkaitan antara kemampuan pelatih dan materi pemain, itu tidak bisa dipungkiri lagi,” katanya di Stdaion Persib, Jalan Ahmad Yani, Jumat, 11 Januari 2019.

Lukas mengatakan untuk pola 4-3-3 ini sebenarnya pola yang sangat menyerang, karena memiliki tiga pola yaitu empat pemain bertahan, tiga pemain tengah, dan tiga pemain depan. Artinya pola ini sangat produktif untuk mencetak gol dan sangat dominan pola menyerang.

Di Indonesia sendiri pola ini sering diterapkan ditambah dengan gaya filanesia sehingga keduanya bisa saling melengkapi. Formasi 4-3-3 ini sangat sederhana dan mudah untuk unsur pergerakan.

Namun, yang menjadi pertanyaan saat ini apakah radovic akan menggunakan formasi ini dengan menggunakan lebar lapangan seluruhnya atau menggunakan lebar lapangan sedikit tapi mengandalkan panjang lapangan.

“Perbedaan filosofi sepak bola di Indonesia saat menyerang memanfaatkan lebar dan panjang lapangan. Sementara kalau di Eropa memanfaatkan panjang lapangan, sedangkan lebar lapangan secukupnya,” ujarnya.***

Bagikan: