Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Umumnya berawan, 25.4 ° C

Tanpa Pemain Asing pun Persib Bisa Kembali Juara

Abdul Muhaemin
null
null

PERSIB Bandung sukses menjadi juara dalam kompetisi Liga Indonesia pertama musim 1994/1995 usai menumbangkan perlawanan Petrokimia Putra dengan skor tipis 1-0 lewat gol Sutiono Lamso.

Hal yang mengejutkan saat itu adalah di saat PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) mengeluarkan kebijakan membuka keran pemain asing untuk berkompetisi di Indonesia. Persib Bandung yang dinakhodai pelatih legendaris kala itu Indra Tohir, tetap mempercayakan kekuatan tim pada para pemain lokal. Namun kekuatan tim yang sudah dibentuk sejak dakade 80-an tetap membuat Persib perkasa dan menjadi juara.

Mengenang momen bersejarah tersebut, legenda Persib Bandung Yudi Guntara mengatakan bahwa keberhasilan Persib Bandung menjadi juara saat itu berkat kekompakan dan sisi emosional yang sudah terjalin diantara para pemain. Sebab, para pemain sudah saling bersama-sama dan bermain untuk Persib Bandung dalam waktu yang tidak singkat, ada yang sudah 10 tahun hingga 15 tahun.

“Kalau dulu kan pemain asing dibatasi dua kalo tidak salah, tapi dulu kenapa Persib tidak memakai pemain asing? Karena dulu Persib merasa yakin bahwa tim pada tahun 1994/1995 itu merupakan tim yang sangat solid, punya kekompakan yang luar biasa secara tim dan punya kualitas pemain-pemain secara individu. Karena dulu-dulu kita mainnya lama ada yang hampir 10 tahun bahkan 15 tahun, kaya kang Robby Darwis dan Dede Iskandar juga kang Yusuf Bachtiar,” katanya di Bandung, Rabu 9 Januari 2019.

Jika berbicara kemungkinan Persib Bandung menggunakan jasa pemain lokal keseluruhan dalam tim di kompetisi saat ini, mantan pemain yang berposisi Gelandang tersebut tidak yakin bahwa hal tersebut bisa diulangi. Pasalnya saat ini selain persaingan di antara tim-tim peserta Liga 1 semakin ketat, penggunaan pemain asing juga diperlukan untuk menopang permainan tim Persib Bandung.

Pemain baru silih berganti

Selain itu, Yudi Guntara turut menyoroti tentang pemain-pemain yang sering berganti klub, di Persib sendiri dikatakan Yudi hanya ada Hariono dan Atep Rizal saja yang sudah bermain lama bersama-sama di tim Persib Bandung, sementara pemain lainnya silih berganti sehingga pemain yang baru datang harus cepat beradaptasi dengan pemain yang sudah ada.

“Menurut saya harus mengikuti sepak bola sekarang, karena persaingan sangat ketat. Sekarang kan beda, di kompetisi kemarin Jonathan Bauman baru bergabung, Patrich Wanggai baru bergabung, hanya Atep dengan Hariono yang selalu bersama-sama. Kalau yang lainnya pergi lagi datang lagi yang baru jadi harus menyesuaikan,” ujarnya.

Pemain-pemain yang sering gonta-ganti klub diakui Yudi sebagai salah satu pembeda kompetisi sepak bola sekarang dengan saat dia masih aktif sebagai pemain. Kendati demikian, hal tersebut menurut dia sebagai adaptasi dan perkembangan zaman sehingga sah-sah saja jika harus sering berganti klub.***

Tags
Bagikan: