Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Eka Ramdani Pensiun di Persib karena Panggilan Hati

Abdul Muhaemin
PEMAIN Persib Bandung, Eka RAMDANI saat menjalani Laga Amal sekaligus laga perpisahan dirinya di Lapangan Football Plus Arena, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 5 Januari 2019. Eka memilih mengakhiri karir sepak bola profesionalnya pada usia 33.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Persib Bandung, Eka RAMDANI saat menjalani Laga Amal sekaligus laga perpisahan dirinya di Lapangan Football Plus Arena, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 5 Januari 2019. Eka memilih mengakhiri karir sepak bola profesionalnya pada usia 33.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

EKA Ramdani memutuskan pensiun dari dunia sepak bola bersama tim yang melambungkan namanya Persib Bandung dalam usia yang masih terbilang produktif yaitu 34 tahun. Eka menuturkan bahwa keputusannya untuk gantung sepatu memang diakui lebih cepat, namun alasan panggilan hati yang membuatnya memiliu untuk pensiun.

"Pensiun lebih cepat, keputusan pensiun ya lebih ke panggilan hati. Dan saya pikir sebelumnya sudah saya rencanakan," ujar Eka Ramdani dalam laga perpisahan sekaligus penggalangan donasi bagi korban bencana di Inspire Arena, Jalan Sersan Bajuri, Bandung, Sabtu 5 Januari 2019.

Eka mengakui bahwa di umurnya yang masih berusia 34 tahun, masih banyak pemain-pemain lain yang jika dilihat secara umur diatas dia tapi belum memutuskan pensiun. Hal itu dia nilai sebagai sebuah pilihan dan menjadi pertimbangan bagi pemain tersebut.

Pemain yang pertama kali bergabung Persib Bandung pada tahun 2008 tersebut ikut mendukung langkah para pemain yang umurnya diatas dia. Eka menuturkan bahwa umur tidak bisa mengukur secara pasti kemampuan dan skill seseorang dalam mengolah si kulit bundar.

"Setiap pemain punya pilihan dan saya hargai itu. Memang kalau masih mampu kenapa tidak, jadi saya sangat support pemain-pemain yang diatas saya juga menjadi sebuah jawaban mungkin suporter bahwa usia 30 keatas kalau kualitasnya masih bagus dan fisiknya pima kenapa tidak," tutur pemain kelahiran Purwakarta tersebut.

Berbicara mengenai pelatih yang paling berjasa dalam karir bermain sepak bola, Eka Ramdani menyebutkan bahwa Budi yang menggenjotnya saat masih bersekolah sepak bola di UNI Bandung adalah orang yang paling berjasa. Pasalnya selama menempuh pendidikan sepak bola di UNI Bandung, secara teknik dan fisik baik saat latihan atau bermain Budi yang selalu memberikan arahan.

Keputusannya pensiun bersama Persib Bandung, Eka Ramdani mengaku bahwa hal tersebut merupakan do'a yang terkabul. Persib Bandung mejadi tim yang paling diimpikan dan harapannya pensiun di Persib Bandung ternyata didengar dan bisa terealisasi.

"Sebenarnya pas kemarin di Persib diluar dugaan sebenarnya. Mungkin harapan dulu pernah terlontar menjadi do'a dan alhamdulillah Allah kaburkan," tuturnya.

Eka Ramdani.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Berkontribusi untuk usia dini

Setelah memutuskan pensiun, pemain yang juga pernah berkostum Persela Lamongan dan Semen Padang tersebut akan mencoba memberikan kontribusi untuk sepak bola usia dini. 

"Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi di usia dini, mungkin langkah awal melatih SSB UNI," ujar Eka.

Sementara ketika disinggung terkait kemungkinan dia meniti karir sebagai pelatih. Eka tidak memungkiri bahwa hal tersebut tengah dia rencanakan, namun Eka menegaskan bahwa karir kepelatihan di dunia sepak bola tidak akan terlalu dikejar. Berkontribusi untuk sepak bola usia dini menjadi fokus utama pemain yang identik dengan panggilan Ebol tersebut.

"Langkah awal melatih, tapi kedepan ga tau juga, saya lebih ngalir aja gitu. Mungkin persyaratan untuk melatih di usia dini saja," ujar pemain yang sering menggunakan nomor penggung 8 itu.

Laga perpisahan

Laga pamungkas yang menandai berakhirnya karir profesional sepak bola Eka Ramdani digelar di Inspire Arena, Jalan Sersan Bajuri, Bandung, Sabtu 5 Januari 2019.

Pertandingan tersebut diikuti oleh para prmain dan mantan pemain Persib Bandung dan beberapa pesepak bola nasional. Selain itu pelatih kenamaan Indonesia Rahmad Darmawan juga turut ikut bertanding dalam pertandingan yang menggunakan format tropeo tersebut.

Pemain-pemain yang hadir dalam pertandingan teraebut adalah Gian Zola, Beckham Putra, Dias Angga, Zulham Zamrun, Alfath Fathir, Yongki Ariwibowo, Achmad Basith, Aang Suparman, Aji Nurpijal, Erwin Ramdani, Abdul Aziz, M Agung Pribadi, Aqil Savik, Siswanto dan Puja Abdillah.***

Bagikan: