Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Soal Pilpres 2019, Hanya Maung Bandung yang Bisa Menggerakkan Viking Persib Club

Abdul Muhaemin
Persib.*/DOK. PR
Persib.*/DOK. PR

PERSIB Bandung sebagai salah satu klub besar yang ada di Indonesia memiliki basis pendukung yang banyak. Sehingga, tidak heran saat ada hal yang berhubungan dengan Maung Bandung, bobotoh Persib maupun Viking Persib Club tidak perlu menunggu intruksi untuk bersatu.

Sebagai contoh, pada perhelatan kompetisi Liga 1 2018, Persib menerima sanksi berat akibat ulah oknum bobotoh yang mengeroyok suporter Persija Jakarta hingga meregang nyawa.

Sanksi yang diberikan kepada Persib dinilai tidak adil dan diindikasikan menjegal Persib yang tengah berada di puncak klasemen kala itu.

Sontak, bobotoh yang saat itu tidak menerima pemberlakuan sanksi memunculkan gelombang protes menuntut keadilan terhadap PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia).

BOBOTOH Persib.*/DOK. PR

Dari fakta tersebut, bobotoh dan Persib terbukti merupakan entitas seksi untuk urusan bisnis bahkan politik. Khusus untuk politik, menjelang kontestasi Pilpres pada April 2019, anggota Viking Persib Club yang besar dan tersebar luas sangat seksi dan membuat ngiler para politisi. Hal tersebut diungkapkan Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia Karim Suryadi.

“Anggota Viking Persib Club yang besar dan tersebar luas amat seksi secara politik. Bohong kalau politisi tidak ngiler,” ujar Karim Suryadi, Kamis, 3 Januari 2019.

Karim Suryadimenyampaikan hal tersebut ketika mengetahui ada beberapa orang mengaku anggota Viking Persib Club memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu 2 Januari 2019.

Tak mewakili suara heterogen

Karim Suryadi meyakini bahwa klaim yang dilakukan beberapa orang tersebut tidak akan mewakili suara dari semua anggota Viking Persib Club yang begitu heterogen.

Keyakinan Karim Suryadi bukan tanpa alasan, lantaran hingga saat ini dia belum mendengar bahwa Viking Persib Club telah melakukan pertemuan atau rapat besar dalam menentukan sikap dan pandangan politiknya pada Pilpres 2019.

Sehingga, klaim mendukung salah satu pasangan calon tersebut merupakan aspirasi yang ditunjukan secara pribadi oleh anggota Viking Persib Club dan hal itu dinilai sah-sah saja.

“Bisa jadi, itu aspirasi sebagian anggota Viking dan itu tidak salah karena setiap orang punya hak politik. Hanya Viking yang tahu apakah itu aspirasi pribadi atau secara keseluruhan. Hingga kini, saya tidak mendengar Viking rapat untuk menentukan sikap politik. Karena itu, kuat dugaan saya, itu bukan perwakilan tapi beberapa anggota Viking secara personal mengekspresikan aspirasinya,” tutur dia.

PENGURUS Viking Persib Club dan komunitas motor besar Brotherhood Bandung bertemu dengan cawapres Ma’ruf Amin di kediamannya di Jalan Situbondo No 12, Menteng, Jakarta, Rabu 2 Januari 2019./MUHAMMAD ASHARI/PR

Lebih lanjut, Karim Suryadi menyadari bahwa dalam menghadapi tahun politik, akan banyak orang yang bermunculan mengatasnamakan satu kelompok untuk diarahkan dalam mendukung salah satu pasangan.

Akan tetapi, lebih dari itu, menurut dia klaim yang dilakukan sebagian orang tersebut bisa mengancam keutuhan Viking Persib Club dari dalam.

“Viking Persib Club utuh dan bulat dalam mendukung Persib, tapi tak monolit secara politik. Karena itu, ekspresi sebagian anggota mendukung salah satu pasangan calon mestinya tidak mengatasnamakan Viking kalau belum ada mubes terlebih dahulu. Alih-alih menguatkan Viking, ia bisa mengancam keutuhannya dari dalam,” katanya.

Persib jadi pemersatu

Menurut Karim Suryadi, tidak akan ada siapapun yang bisa mengarahkan Viking Persib Club dalam hal dukungan politik seperti halnya saat Viking Persib Club mendukung Persib Bandung.

Sebab, Persiblah yang menguatkan dan menyatukan dukungan, bukan yang lain.

“Siapa yang bisa mengarahkan dukungan politik Viking seperti ia menyatukan dukungan untuk Persib? Tak akan ada, karena Persiblah yang menyatukan mereka, bukan yang lain. Adakah kekuatan politik yang membela Persib saat dijatuhi hukuman amat berat bahkan nyaris tidak masuk akal? Fans Liverpool sering berteriak, jika Anda tidak bisa bersama kami saat kami terpuruk, Anda jangan bersama kami ketika kami berjaya,” tuturnya.

Karim Suryadi turut memberikan “wejangan” agar Viking Persib Club yang diisi kumpulan anak muda bersikap kritis dan independen.

Lantaran, anak muda sebagai pemilik masa depan harus dengan cerdas memilih mana pasangan yang benar-benar diperlukan serta didukung dan mana yang tidak.***

Bagikan: