Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Ridwan Kamil Sebut Diklat Persib Seperti La Masia Barcelona

Abdul Muhaemin
PARA Pemain Persib Bandung U-19 dan U-16 melakukan sesi berfoto bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jum’at 14 Desember 2018. Ridwan Kamil memberikan hadiah 100 juta rupiah untuk para pemain diklat Persib atas capaina prestasi yang berhasil ditorehkan di kompetisi level junior sepak bola Indonesia.*/ABDUL MUHAEMIN/PR
PARA Pemain Persib Bandung U-19 dan U-16 melakukan sesi berfoto bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jum’at 14 Desember 2018. Ridwan Kamil memberikan hadiah 100 juta rupiah untuk para pemain diklat Persib atas capaina prestasi yang berhasil ditorehkan di kompetisi level junior sepak bola Indonesia.*/ABDUL MUHAEMIN/PR

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengundang para pemain dalam skuat juara Persib U-19 dan U-16 ke Gedung Sate. Dalam undangan ke kantor dinasnya di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Jumat 14 Desember 2018 itu, Ridwan Kamil mengungkapkan rasa terimakasih atas nama warga Jawa Barat.

Para pemain dianggap berhasil menjadi pahlawan baru yang dielu-elukan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat, saya ucapkan terimakasih. Rasa bangga dan terus berprestasi,” kata Ridwan Kamil.

Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan berita-berita inspiratif. “Dan anda-anda adalah pahlawan yang telah melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Ridwan Kamil turut bangga atas pencapaian yang diraih oleh diklat Persib Bandung. Sebab menurut dia, diklat Persib tampil dominan dan tidak ada tandingannya.

Belum lagi ada beberapa pemain Persib U-19 dan U-16 yang menyabet gelar pemain terbaik dan gelar top skor di kompetisi level junior tersebut. Ridwan Kamil memberikan imbauan kepada para pemain untuk tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya kompetisi dalam dunia olahraga khususnya sepak bola selalu naik turun. Ridwan Kamil meminta para pemain serta jajaran manajemen harus bisa mengantisipasi hal demikian di kemudian hari.

“Yang namanya olahraga ada naik ada turun, saat naik harus kita jaga kalau turun harus kita cari tahu solusinya, karena namanya juga kompetisi,” tutur Ridwan Kamil.

Suami dari Atalia Praratya Kamil tersebut turut menyinggung soal keberhasilan diklat Persib dengan akademi sepak bola La Masia. Dia menilai postur yang ideal tidak melulu diperlukan untuk berprestasi.

Sebab prestasi bisa didapat dengan kerja keras dan ketekunan. Terkait materi pemain senior Persib Bandung, dia mengharapkan agar nantinya banyak pemain diklat Persib yang diorbitkan masuk ke tim senior Persib Bandung.

“Kita lihat Barcelona punya La Masia, dulu saya mengira yang badannya kecil bakalan kalah, Lionel Messi badannya kecil tapi jadi hebat, sepak bola itu tidak melulu soal postur tubuh, kecuali emang kiper harus tinggi. Nantinya materi (pemain) dari Persib senior juga harus di maksimalkan dari diklat Persib ini,” ujar Ridwan Kamil.

La Masia sejatinya merupakan akademi yang berhasil menciptakan pemain-pemain sepak bola berkelas di dunia. Sebut saja Andres Iniesta, Xavi Hernandez dan tentu saja mega bintang sepak bola Lionel Messi.

Selain sukses menghasilkan produk pemain sepak bola unggulan, La Masia juga tidak kalah berprestasi dengan tim seniornya Barcelona. Jika Spanyol mempunyai La Masia milik Barcelona, maka di Indonesia ada diklat Persib Bandung yang tidak kalah menterengnya.

Ada Febri Hariyadi, Gian Zola, Ryuji Utomo, Sutanto Tan, Henhen Herdiana dan pemain diklat Persib yang kini telah berpencar di kompetisi sepak bola Indonesia. Diklat Persib juga tidak kalah berprestasi, terbukti pada tahun ini Persib U-19 dan Persib U-16 sukses menasbihkan diri sebagai jawara di kompetisi level junior.

Persib U-19 sukses meraih titel juara Liga 1 U-19 usai mengalahkan musuh bebuyutan Persija U-19 dengan skor tipis 1-0. Sementara Persib U-16 juga berhasil menjadi jawara setelah mengandaskan perlawanan Bali United U-16 lewat drama adu pinalti.

Tentu saja keberhasilan diklat Persib Bandung merajai kompetisi junior disambut meriah dan mendapatkan banyak apresiasi.

Sport Science

Ridwan Kamil turut menyinggung soal belum adanya fasilitas sport scinece yang menjadi hal penting dalam sebuah akademi olahraga. Menurut dia di La Masia, para pemain bukan hanya dibekali dengan bagaimana cara bermain yang bagus, tetapi ilmu-ilmu tentang olah raga yang ilmiah juga diajarkan sehingga para pemainnya berkualitas.

Namun dia tidak memungkiri bahwa diklat Persib yang belum memiliki fasilitas sport scince tetapi sudah menunjukan prestasi dan harus dipikirkan tentang fasilitas tersebut.

“Di sekolahnya (La Masia) ada sport science, ilmu olahraga yang ilmiah. Ini harus dipelajari juga karena sangat diperlukan. Ilmu tersebut dapat digunakan saat latihan ataupun bermain. Tapi ini (diklat Persib) tanpa sport science saja sudah maksimal begini, apalagi jika dimaksimalkan dengan sport science,” kata Ridwan Kamil.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan hadiah kepada tim Persib Bandung U-19 dan U-16 masing-masing sebanyak 100 juta. Hadiah tersebut merupakan kadeudeuh karena sudah membuat prestasi gemilang di kompetisi sepak bola Indonesia, khusunya level junior.***

 

Bagikan: