Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Persib Pecat Mario Gomez, Mari Menimbang Calon Pelatih Musim Depan

Tim Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PR).- Kebersamaan Roberto Carlos Mario Gomez bersama Persib akhirnya berakhir. Manajemen Persib memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Argentina tersebut lebih awal.

Hal itu diungkapkan Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) Teddy Tjahyono.

“Pelatih sudah selesai. Ya, jadi diputus kontrak. Awalnya dua tahun,” ujar Direktur PT. PBB Teddy Tjahyono di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu 12 Desember 2018

Teddy Tjahyono menyatakan, hal itu merupakan hasil rapat evaluasi manajemen kinerja Persib selama mengarungi Liga 1.

Salah satu faktor utama pemutusan kontrak yaiu perilaku Mario Gomez yang dianggap kerap mengganggu keharmonisan tim.

“Sikapnya. Mau bagaimana lagi. Jadi, tidak nyaman bagi pemain, tim seperti itu kan pada akhir-akhir ini, hubungan dia dengan pemain, dia dengan oficial yang lain,” ujar Teddy Tjahyono seperti dilaporkan Galamedianews.

Sebelumnya, Mario Gomez memang sempat memanaskan kamar ganti Persib, salah satunya soal isu pemain yang terlibat pengaturan skor. Meski akhirnya berujung damai, pernyataan Mario Gomez membuat komentar miring dari berbagai pihak.

Lokal atau asing



Torehan prestasi yang dicapai Mario Gomez bersama Persib cukup baik yakni memenuhi target minimal masuk 5 Besar klasemen akhir Liga 1.

Bahkan, dia menjadi salah satu pelatih asing yang mampu mengantarkan Persib berada pada papan atas klasemen akhir. Sebelumnya, Maung Bandung selalu jeblok jika ditangani pelatih asing. Dalam peristiwa tujuh tahun silam, Drago Mamic memutuskan hengkang di tengah jalan karena merasa tidak mampu mengantarkan Persib ke papan atas.

Mario Gomez menjadi pelatih asing ke-10 yang menangani skuad Maung Bandung. Sebelumnya beberapa pelatih asing pernah menangani Persib seperti Dejan Antonic, Drago Mamic, Jovo Cuckovic, Daniel Darko Janackovic, Arcan Iurie, Juan Antonio Paez, Marek Andrejz Sledzlanowski, dan Marek Janota ketika era Kompetisi Perserikatan.

Sebelumnya, prestasi terbaik yang pernah diraih pelatih asing di Persib dipegang oleh Juan Paez. Pelatih asal Cile tersebut menjadi penyelamat ketika Persib berada di jurang degradasi pada Liga Indonesia 2003.

Hingga saat ini, belum ada pelatih asing yang bisa mengantarkan Persib menjadi juara liga. Akan tetapi, Mario Gomez nyaris mencetak sejarah saat membawa Persib menjadi juara paruh musim dan bertahan pada peringkat teratas hingga pekan ke-25.

Soal pelatih baru, tentunya sosok tersebut harus sudah mengetahui karakteristik dan kultur sepak bola di Indonesia sehingga nantinya tidak akan kaget ketika dihadapkan pada persoalan yang belum pernah dialaminya.

Setelah Liga 1 berakhir, banyak pelatih baik asing maupun lokal yang telah mengakhiri kerja samanya dengan tim sebelumnya. Momentum itu menjadi kesempatan untuk Per­sib dalam menilai siapakah sosok pelatih yang cocok menggantikan Mario Gomez.

Baik pelatih lokal atau asing yang akan menangani Maung Bandung pada musim 2019, bobotoh hanya berharap pelatih tersebut bisa mengantarkan Maung Bandung ke jalur juara seperti halnya saat Liga Indonesia 1995 dan 2014.

Local genius



Hingga saat ini, baru pelatih lokal yang mampu membawa Persib me­raih prestasi gemilang seperti Ade Dana yang membawa Maung Bandung juara Kompetisi Perserikatan 1989-1990 dan menjadi runner-up kompetisi 1984-1985 setelah dika­lahkan PSMS 3-4 (2-2) melalui adu penalti.

Ada juga Nandar Iskandar, pela­tih yang pernah mengantarkan Maung Bandung meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan 1986.

Tidak hanya itu, dia juga mampu meng­antarkan Maung Bandung meraih juara Pesta Sukan II di Brunei Darussalam pada 1986, setelah mengalahkan tim asal Malaysia 1-0 melalui gol tunggal yang dicetak oleh Yusuf Bachtiar.

Selain Nandar, ada nama Indra Thohir yang menjadi salah seorang pelatih Persib legendaris. Sebagai sosok pelatih yang tegas, dia mampu mengantarkan Maung Bandung menjadi tim pertama yang menjuarai Liga Indonesia I musim 1994-1995.

Dia juga berhasil membawa Persib melaju ke babak perempat final Piala Champions Asia 1995.

Pelatih terakhir yang membawa Maung Bandung meraih gelar juara tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia adalah Djadjang Nurdjaman. Pelatih kelahiran Majalengka tersebut sukses membawa Persib menjadi juara Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.

Akan tetapi, Djadjang Nurdjaman sudah menandatangani kontrak perpanjangan dengan Persebaya untuk kompetisi tahun depan.

Tentunya, dalam pemilihan sosok pelatih nanti, yang paling harus diperhatikan adalah komunikasi dan kedekatan antara pelatih dan pemain sehingga nantinya bisa tercipta hubungan erat yang membuat tim semakin termotivasi.

Semua berharap manajemen bisa bergerak cepat dan jangan sampai incaran yang dibidik malah didahului tim lain.***

Bagikan: